Dorin Dua Minggu Tak Pulang

Sulistyowati menunjukkan foto Dorin Firdayanti Anggraeni Putri dan SMS ancaman Dorin Firdayanti Anggraeni Putri

Gadis Cantik Muharto Menghilang
MALANG-Kasus gadis kabur dari rumah, kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini giliran gadis cantik Dorin Firdayanti Anggraeni Putri, warga Jalan Muharto Gg VB, dikabarkan hilang oleh kedua orang tuanya. Gadis 18 tahun ini tidak pulang lebih dari dua minggu lalu.
Tidak jelas, ke mana anak pasangan Suyitno, 39 tahun, dan Sulistyowati, 40 tahun ini pergi. Yang jelas, sejak kemarin Sulis yang khawatir dengan kondisi Dorin ini mulai menyebarkan foto anaknya melalui media sosial.
Ditemui di rumahnya, Sulistyowati terlihat lusuh. Wajahnya sedikit pucat dan lelah. Matanya juga sembab. Bahkan saat Malang Post melakukan wawancara, mata ibu tiga anak ini kerap berkaca-kaca.
“Saya khawatir dengan kondisinya. Terus terang saya sangat khawatir, apalagi sekarang banyak aksi kriminal,’’kata Sulis.
Diceritakan oleh Sulis, anaknya pergi dari rumah sejak Jumat (18/9) lalu. Saat itu sekitar pukul 09.00,  Dorin pamit kepada Sulis untuk pergi bekerja. Sebagai orang tua, Sulis sempat bertanya tempat kerja anaknya berikut alamatnya tempat kerjanya. Bahkan, saat itu Sulis juga menawarkan untuk mengantar.
Tapi bukannya tawaran tersebut diterima. Gadis berambut panjang dengan kulit sawo matang ini justru marah. Dengan nada meninggi, Dorin mengatakan dirinya sudah besar dan bisa jaga diri, sehingga tidak perlu lagi diantar, dan tidak perlu dikhawatirkan.
Kendati omongan Dorin sangat tajam, namun Sulis tetap bersabar, dan tetap ingin mengantarkan anaknya untuk bekerja.
“Katanya dua hari sudah bekerja, tapi dia tidak pernah mengatakan di mana dan apa pekerjaannya,’’ kata Sulis.
Hal itulah yang membuat dirinya ingin mengantarkan. Saat Sulis hendak mengambil helm dan kunci motor ke belakang, Dorin buru-buru pergi, dan meninggalkan rumah dan tidak kembali hingga sekarang.
“Saat pergi anak saya menggunakan sweater warna putih, celana hitam dan tas cangklong warna hitam,’’ ungkapnya dengan suara lirih.
Sulis sendiri mengaku belum melaporkan hilangnya sang anak ke polisi. Itu karena Dorin kerap kali mengancam. Di beberapa SMS yang dikirim, Dorin mengancam akan melakukan aksi nekat bunuh diri jika melapor ke polisi. Dalam SMS juga Dorin meminta ibu serta keluarganya tidak khawatir dengan kondisinya.
“Orang tua mana yang tidak khawatir, jika anak gadisnya tidak pulang hingga dua minggu. Kami sangat mengkhawatirkan kondisinya, apakah dia sudah makan atau belum, tidur di mana dengan siapa, semuanya terpikirkan,’’ urai Sulis dengan mata berkaca-kaca.
Sulis juga mengatakan jika perginya Dorin dari rumah ini sebetulnya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Dorin juga pernah kabur. Saat itu Dorin masih kelas 3 SMA. Tiba-tiba kabur dari sekolah. Setelah dilakukan pencarian oleh anggota Kodim 0833, dan anggota Polsekta Blimbing, Dorin akhirnya dapat ditemukan di wilayah Sukun.
“Kalau informasi yang kami dapat dia pergi dengan teman wanitanya. Yang dulu juga sama, teman wanitanya ini yang mengajaknya pergi,’’ aku Sulis.
Yang pasti selama Dorin pergi, Sulis mengaku tidak pernah berhenti mencari. Hampir setiap informasi yang masuk kepada dirinya ditindaklanjuti. Bahkan, dia mengaku rela naik bus ke Surabaya, setelah mendapat kabar jika sang anak berada di sana.
“Mohon dibantu mbak, untuk disebarkan fotonya. Jika ada warga yang melihat bisa langsung menghubungi kami di nomor telepon 087859757113 atau di nomor 082132387874,’’ tandas Sulis.
Sementara akhir September lalu, siswi  Madrasah Aliyah (MA)  Hamid Rusdi, Malang, Khusnul Khoiriyah, 17 tahun juga dilaporkan hilang oleh orang tuanya ke Polres Malang Kota. Warga Jalan Mayjen Sungkono Gg VII ini dikabarkan hilang sejak Sabtu (19/6) lalu.
Ada kabar, jika Khusnul kabur bersama Ikhwan Idoy, 17 tahun, teman satu kelasnya. Dugaan itu dikuatkan dengan tidak masuknya Ikhwan dan Khusnul sejak Senin lalu. Tapi begitu, Khusnul kemudian pulang. Sejak beberapa Minggu lalu dia telah kembali berkumpul dengan keluarganya.(ira/ary)