dr Hardi Tanpa Infus dan Oksigen, Sudah Sehat Ya. .

Kondisi dr Hardi Soetanto di LP Lowokwaru segar bugar tanpa infus dan alat bantu pernafasan

MALANG – dr Hardi Soetanto, mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH), tidak ditahan di ruang isolasi LP Lowokwaru layaknya terpidana pada umumnya. Pria yang dieksekusi oleh tim jaksa eksekutor, Kejaksaan Negeri Malang Rabu (7/10) lalu menempati poliklinik LP tersebut. Hal ini kemarin dikatakan oleh Kepala LP Kelas I Lowokwaru Eni Purwaningsih.
 Dihubungi Malang Post, Eni menyebutkan jika sesuai dengan laporan anak buahnya Hardi menempati poliklinik.
“Maaf, saya sedang ikut pelatihan di Jakarta. Kemarin dapat laporan, karena dia (Hardi) datang menggunakan ambulans dan laporannya sakit maka harus dilakukan observasi dari tim kesehatan LP Lowokwaru. Oleh sebab itu ditempatkan di poli,’’ kata Eni.
Namun Eni sendiri cukup kaget saat mendengar ada foto Hardi yang menggunakan pakaian biru telah berdiri tegak. “Lho iya, wah coba saya konfirmasi lebih dulu,’’ katanya yang mengaku hingga petang kemarin, belum mendapatkan laporan terkait perkembangan soal ruang tahanan Hardi. “Kalau prosedur, dengan kondisi terpidana sehat lebih dulu ditempatkan ke blok isolasi, untuk pengenalan,’’ katanya.
Sementara itu, dari beberapa sumber Malang Post di LP Lowokwaru menyebutkan jika kondisi Hardi tampak segar bugar. Dia bisa berdiri dan berjalan dengan cepat. Kondisi Hardi ini dapat dibuktikan dengan sebuah foto yang beredar di dunia maya. Di foto tersebut, Hardi yang tampak menggunakan baju warna biru muda terlihat berdiri di samping wanita.
Dalam foto yang diambil sesaat setelah dia dijebloskan di LP Lowokwaru tersebut tidak terlihat selang infus di tangannya. Bahkan dia juga tidak menggunakan alat bantu oksigen. Padahal, saat akan dieksekusi Rabu (7/10) lalu, tim penasihat hukum Hardi Sudiman Sidabukke sempat menolak dan bersitegang dengan tim eksekutor, lantaran kondisi Hardi sedang sakit. Bahkan, Hardi dibawa ke LP Lowokwaru menggunakan ambulan.
Sementara itu Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Mohammad Iryan SH saat dikonfirmasi terkait kondisi Hardi seketika tersenyum. Kepada Malang Post, Iryan menduga jika terpidana kasus 266 sesuai putusan MA tersebut berpura-pura sakit. “Tugas kami melaksanakan putusan MA sudah selesai. Sekarang terpidana sudah berada di LP Lowokwaru untuk menjalani hukuman sesuai dengan amar putusan tersebut,’’ katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tim eksekutor  Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang Negeri Kota Malang akhirnya berhasil mengekseskusi dr Hardi Soetanto. Eksekusi terhadap mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) ini dilakukan pihak Kejari Malang tidak lama setelah Hardi mengikuti sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) atas putusan bersalah yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) di PN Malang.
Saat itu JPU Wanto Karyono SH, jaksa eksekutor langsung melayangkan surat eksekusi kepada Sudiman Sidabukke SH penasihat hukum dr Hardi yang masih berada di mejanya, usai sidang PK  dilaksanakan.(ira/han)