Pesta Miras, Empat Warga Tewas

MALANG - Pesta minuman keras (miras) di Kabupaten Malang kembali berakhir tragis. Empat nyawa melayang, setelah menenggak minuman beralkohol. Keempatnya, meregang nyawa selang beberapa hari dirawat di rumah sakit. Ironisnya pesta miras itu digelar pasca menghadiri selamatan aqiqah.
Keempat korban ini, masing-masing berinisial RY, 36 tahun, warga Desa Kebonagung, Pakisaji. Ia meninggal Jumat malam lalu saat menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Lalu, LI, kekasih RY warga Kecamatan Kepanjen. Ia meninggal Jumat pagi lalu, juga saat mendapat perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Kemudian AB, warga Mergosono, Kecamatan Kedungkandang. AB menghembuskan nafas terakhirnya Kamis lalu di RSSA Malang. Dan terakhir MT, warga Gadang, Kota Malang yang meninggal dunia Jumat lalu. Sedangkan satu korban lagi yang saat ini masih menjalani perawatan di RS Husada Prima, Jalan Bengawan Solo, Kota Malang adalah berinisial YD, warga Desa Kebonagung, Pakisaji.

Informasi yang diperoleh Malang Post di lapangan, menyatakan bahwa keempat korban ini sebelumnya mengadakan pesta miras di rumah ISM, di Desa Kebonagung, Pakisaji pada Selasa (7/10) malam lalu. Saat itu ISM sedang mempunyai hajat perayaan aqiqah anaknya. Dan keesokan harinya (Rabu, red) akan diadakan hiburan lesehan.
Setelah pesta minuman keras tersebut, keempatnya langsung pulang. Baru keesokan harinya, mereka mengalami gejala mual dan pusing, hingga langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarganya.

Belum diketahui jenis minuman yang diminum oleh keempat korban. Pihak Polsek Pakisaji yang mendapat laporan, masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Namun dari penyelidikan diketahui mereka menenggak minuman jenis VSOP Martell sebanyak tiga botol.

Sayangnya dari keempat korban yang meninggal tersebut, pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap jenazah korban. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah. Selain itu, beberapa korban juga sudah terlanjur dimakamkan.
Kapolsek Pakisaji, AKP Sri Amung Wulandari, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan masih menyelidiki kasusnya, karena minimnya saksi. "Minumannya apa saja yang diminum, masih belum tahu kami masih menyelidikinya," katanya.
Jika minuman itu asli, maka VSOP Martell itu minuman jenis brandy atau cognac.  Minuman jenis ini, ditandari dari kode di depan brand. Kode A.C, biasanya minuman sudah disimpan tiga tahun di dalam tong kayu.  Sedangkan kode V.S. : "Very Special" atau bintang tiga, sudah disimpan paling sedikit tiga tahun di dalam tong kayu.
Khusus untuk yang dipakai pesta di Kebonagung adalah V.S.O.P artinya "Very Special Old Pale" atau bintang lima, sudah disimpan paling sedikit 5 tahun di dalam tong kayu. Nah naik lebih keras adalah  X.O atau "Extra Old", Napoleon atau Vieille Reserve, sudah disimpan paling sedikit 6 tahun, khusus Napoleon paling sedikit empat tahun.

Di Kabupaten Malang, pesta miras yang kerap memakan korban, biasanya dari jenis oplosan. Pernah merenggut sembilan nyawa warga Lawang pada tahun 2014. Kemudian awal tahun 2015 dua warga juga tewas pasca pesta miras.(agp/ary)