Beli karpet uang raib

MALANG – Himbauan anggota Polres Malang Kota,  agar selalu berhati-hati dengan penawaran produk di media online, sepertinya tidak terlalu didengar oleh masyarakat. Terbukti, masih saja ada korban penipuan online. Kali ini dialami Fenita. Wanita 29 tahun, warga Jalan Gilimanuk, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini harus kehilangan uang Rp 1.4 juta, setelah membeli karpet melalui media online. Kasus penipuan ini sendiri, kemarin  oleh korban dilaporkan ke Polres Malang Kota.
Dalam keterangannya, Fenita menceritakan, penipuan tersebut bermula saat dia membaca iklan di Facebook Selasa  (6/10) lalu. Saat itu pelaku menawarkan karpet, dengan harga sangat murah. Karena tertarik, Fenita langsung menghubungi nomor telepon yang tertera di iklan tersebut.
Saat dihubungi, pelaku pun berkata sangat manis. Dia mengatakan jika menjual karpet dengan harga murah karena tokonya sedang cuci gudang. Bukan itu saja, kepada Fenita, pelaku juga mengingatkan agar selalu berhati-hati, karena banyak penipu yang menawarkan barang melalui media online.
Setelah berbincang lama melalui telepon, Fenita pun bercaya. Saat itu disepakati harga karpet Rp 1.7 juta, berikut dengan ongkos kirim. Tanpa berpikir panjang, Fenita langsung mentranfer  uang Rp 1,4 juta melalui ATM BRI Alfa Midi di Jalan Kaliurang.
Sukses mentransfer, Fenita kembali menghubungi nomor pelaku. Saat itu pelaku pun berjanji akan segera mengirim karpet pesanan Fenita.
Tapi janji tinggal janji. Pelaku yang mengatakan barang tersebut datang dalam sehari tapi kenyataannya tidak datang hingga kemarin. Fenita curiga. Terlebih, saat dia menghubungi kembali, nomor telepon pelaku sudah tidak aktif. Berulang kali menghubungi nomor telepon pelaku tetap tidak aktif. Yakin menjadi korban penipuan, Fenita pun melaporkan kasus yang menimpanya ke Polres Malang Kota.
Terpisah Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni membenarkan adanya laporan tersebut. Kepada Malang Post, Nunung mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini dengan meminta keterangan para saksi. “Kasusnya ditangani anggota reskrim Polres Malang Kota, saat ini masih dalam tahap penyelidikan,’’ katanya.
Tidak hanya itu, kepada Malang Post, Nunung juga kembali menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak percaya dengan penawaran barang di media online. Terlebih kata dia jika harga barang yang ditawarkan jauh dari harga standart. “Berbelanja online boleh, tapi masyarakat harus teliti, dan menggunakan situs jual beli resmi atau yang dapat dipercaya,’’ kata wanita dengan tiga melati di pundak ini.(ira)