BB Minim,Polisi Sulit Ungkap Penyebab

MALANG - Polisi masih kesulitan mengungkap penyebab kematian empat warga yang tewas akibat minuman keras beralkohol. Apakah dari minuman impor V.S.O.B Martell atau dari minuman oplosan lain. Sebab dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), barang bukti yang diamankan sangat minim.
Hanya tersisa empat botol kosong V.S.O.B Martell yang dapat diamankan oleh polisi. Bekas botol plastik yang sebelumnya diduga berisi minuman oplosan, tidak ditemukan. Selain itu, saksi utama yang membawa seluruh minuman keras tersebut, juga ikut menjadi korban. Termasuk empat keluarga korban meninggal, juga menolak dilakukan visum atau otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto kepada Malang Post kemarin  i mengatakan  kasus kematian empat korban akibat minuman keras ini, masih dilakukan penyelidikan. Polisi sudah mendatangi lokasi dan para korban, termasuk meminta keterangan beberapa orang saksi.
"Kasusnya sudah kami tangani. Kami juga sudah mendatangi lokasi untuk menyelidikinya. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi sudah kami lakukan. Namun untuk lebih jelasnya, bisa langsung menanyakan ke Kasatreskrim," ujar Yudo Nugroho Sugianto.
Menurut keterangan Ismail, pemilik rumah yang berketempatan menjadi lokasi pesta minuman keras, mengatakan bahwa miras V.S.O.B Martell dan sebotol minuman yang diyakini adalah arak, semuanya dibawa oleh Roy, 36 tahun, salah satu korban yang meninggal dunia. Roy, warga Desa Kebonagung, Pakisaji ini, datang ke rumah Ismail, Selasa (6/10) petang dengan membawa sembilan botol V.S.O.B Martell.
Ia datang bersama dengan kekasihnya, Lia, warga Kepanjen yang ikut menjadi korban. "Roy datang menitipkan 9 botol Martell dan langsung ditaruh di garasi. Katanya, minuman itu untuk teman-temannya yang datang di malam acara akekah anak saya. Padahal saya tidak meminta dan tidak mengundang, tetapi juga tidak bisa menolak," terang Ismail.
Usai menaruh minuman, Roy dan kekasihnya langsung pergi. Tak lama kemudian, beberapa teman Roy termasuk dua korban lainnya yang tewas (Ambon dan Mat) datang ke rumah Ismail. Sebagai perjamuan, Ismail langsung memberikan dua botol V.S.O.B Martell.
Setelah habis dua botol, Roy dan kekasihnya Lia datang. Ia datang dengan membawa sebotol minuman yang dikemas dalam botol plastik ukuran 1,5 liter. Minuman yang dibawa tersebut, dimungkinkan adalah arak yang kemudian dicampur dengan minuman Coca-cola.
Pesta minuman keras pun dilanjutkan hingga pagi hari. Tidak hanya minuman arak tersebut, tetapi juga membuka lagi enam botol V.S.O.B Martell. "Ada banyak yang minum. Tetapi yang satu meja dengan keempat korban ada sekitar enam orang. Saya ikut minum tetapi tidak banyak, hanya sebagai penghormatan saja," tuturnya.
Sisa sebotol V.S.O.B Martell, oleh Roy dibawa pulang lagi. Katanya akan diminum lagi pada saat acara lesehan akekah dengan hiburan elektone pada Rabu malam. Dan Rabu malam, Roy dan kekasihnya kembali datang dengan membawa sebotol V.S.O.B Martell. Mereka juga mencampur minuman dengan bir.
Sehari setelah pesta minuman keras itulah, para korban langsung bertumbangan. Diawali oleh korban Ambon, warga Mergosono, Kecamatan Kedungkandang yang meninggal Kamis lalu, saat mendapat perawatan di RSSA Malang. Kemudian disusul Mat, warga Jalan Gadang, Kecamatan Sukun Malang yang meninggal Jumat lalu.
Kemudian, Lia, warga Kepanjen, kekasih Roy meninggal Jumat pagi saat mendapat perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dan terakhir Roy, ikut menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat malam sekitar pukul 22.00, juga saat perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Satu korban yang sekarang masih dirawat adalah Yuda, warga Desa Kebonagung, Pakisaji yang dirawat di RS Husada Prima, Jalan Bengawan Solo Malang.(agp/nug)