Toko Isabella di Sawojajar Terbakar

MALANG – Toko Isabella, di Ruko Danau Toba E-12, Jalan Danau Toba, Sawojajar sore kemarin terbakar. Api meluluh lantakkan seluruh barang pecah belah di toko milik Sugiharto, 65 tahun, warga Jalan Malino VI, Kota Malang. Pemilik toko Sugiharto mengaku menderita kerugian Rp 25 juta akibat kebakaran ini.
Kapolsekta Kedungkandang Kompol Putu Mataram  memimpin langsung  olah TKP terbakarnya ruko dua lantai tersebut.“Begitu mendapat laporan dari masyarakat kami langsung datang ke TKP,’’ katanya. Untuk sebabnya, Mataram menyebut dari hasil olah TKP sementara adalah  water heater yang lupa dicabut oleh pemilik toko.
“Sebelumnya pemilik toko memasak air menggunakan alat water heater. Saat tutup tadi jam 16.00 dia lupa melepaskan alat tersebut. Kebetulan di bawah  water heater adalah lemari plastic, sehingga karena panas, baik alat maupun lemari yang menjadi alasnya terbakar,’’ kata Mataram.
Kepala Dinas PU PPB Jarot Edy Sulistyono juga turun ke TKP. Kedatangannya bersamaan dengan empat unit mobil PMK, yang kemarin melakukan pemadaman. Kepada Malang Post, Djarot tidak banyak memberikan komentar. Hanya saja, dia memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati. “Musim kemarau ini memang rentan terjadi kebakaran. Ya dihimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dan selalu waspada, jangan meninggalkan sesuatu yang menimbulkan potensi kebakaran. Listrik juga dimatikan saat rumah dalam kondisi kosong,’’ katanya.
Kebakaran  kali pertama diketahui oleh Danu Arta, 30 tahun, warga Kemirahan. Sekitar pukul 16.50, Danu yang hendak membeli sesuatu di area ruko tersebut melihat kepulan asap keluar dari dalam ruko.
Menurut Danu, kepulan asap kali pertama keluar dari lantai satu, tidak lama kemudian dia melihat ada kepulan asap keluar dari lantai dua. Curiga, Danu kemudian memberi tahu warga yang ada di sekitar ruko tersebut. Oleh warga informasi itu dilanjutkan dengan menelpon Sugiharto, serta Polsekta Kedungkandang dan PMK Kota Malang.
Petugas Polsekta Kedungkandang pun langsung datang ke TKP. Tidak lama kemudian disusul oleh empat unit mobil PMK datang ke TKP. Saat datang, petugas PMK cukup kesulitan, masuk ke dalam toko. Pintu lipat di bawah kondisinya tertutup dan terkunci. Sementara di atas, meskipun berhasil memecahkan kaca, masih ada lapisan teralis.
Tapi begitu, dengan perjuangan keras, pintu maupun teralis tersebut berhasil dibuka. Saat itu ruangan sudah sangat gelap karena asap. Petugas pun langsung menyemprotkan air ke seluruh ruangan, hingga api betul-betul padam.
 Sugiharto, mengatakan jika dia menutup toko tersebut pukul 16.00. Selama ini dia menjaga toko sendirian. “Tadi saya memang memasak air dengan water heater. Tapi saat tutup perasaan water heater tersebut sudah saya cabut,’’ katanya. Ditanya dengan jumlah kerugian yang dialami, Sugiharto mengaku masih menghitung. Tapi dari kondisi toko serta kerusakan yang terjadi dia menaksir kerugiannya mencapai Rp 25 juta.(ira/nug)