Truk Masuk Jurang, Sopir Selamat

Truk yang masuk ke jurang tampak remuk akibat bertabrakan dengan pohon.

KEPANJEN – Truk bermuatan kayu nopol AG 8245 UZ Rabu (14/10) kemarin jatuh terperosok ke dalam jurang sedalam lebih dari 20 meter di Jalibar, Kecamatan Kepanjen. Truk tersebut masuk jurang lantaran sang pengemudi Husni Mustakim (30 tahun), warga Blitar mengantuk dan tidak bisa mengendalikan kendaraanya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Husni hanya mengalami lecet di kaki dan tangannya. Namun karena truk masuk jurang yang begitu dalam sehingga menyulitkan petugas saat melakukan evakuasi. Kanit Laka Lantas Ipda Yoyok Supandi mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu Husni mengemudikan truknya sendirian melaju dari arah Blitar menuju ke Pasuruan untuk mengantarkan muatan kayu.
“Ketika sampai di lokasi kejadian, pengemudi truk ini mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraanya,” ujar Yoyok kepada Malang Post, kemarin.
Truk yang dikemudikan Husni menabrak pembatas jalan dan langsung terjun bebas ke dalam jurang lalu terseret masuk ke dalam jurang hingga lebih dari 20 meter. Truk baru berhenti setelah menabrak pohon. Akibat kecelakaan itu, bagian depan truk remuk setelah menabrak pohon dengan kerasnya.
“Usai menabrak pohon dan berhenti, sopir lalu keluar dari dalam truk,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian pun menolong sopir yang mengalami luka lecet. Sedangkan warga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas laka lantas Poslantas Kepanjen.
Menerima laporan itu, petugas mencoba melakukan evakuasi bangkai truk naas tersebut. Lantaran sulitnya medan, sehingga membuat petugas membawa alat penderek. Evakuasi berjalan sangat sulit karena petugas harus mengikat truk yang terjepit di antara pohon dan jurang yang berliku tersebut.
“Evakuasi baru bisa diselesaikan sore tadi (kemarin),” imbuhnya.
Sementara itu, semakin banyaknya jumlah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Malang, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berwaspada dan berhati-hati dan menjaga kecepatannya saat berada di jalan raya. Juga tidak ugal-ugalan yang membahayakan keselamatan orang lain.
“Kami imbau kepada pemudi yang lelah dan mengantuk untuk berisitirahat dulu. Jangan memaksakan keadaan. Karena itu bisa berbahaya bagi dirinya sendiri, penumpang lain atau pengendara lain,” pungkasnya.(big/han)