Korsleting, Rumah Terbakar, Rugi Rp 40 Juta

Masyarakat saat bergotong royong memadamkan api yang dikhawatirkan merambat ke rumah tetangga.

WONOSARI – Diduga korsleting listrik, rumah milik Ngatemin, 80 tahun, di Dusun Sumbersari, Desa/Kecamatan Wonosari, kemarin siang terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 40 juta.
“Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik. Karena pemilik rumah masih syok atas kejadian ini, jadi belum bisa menceritakan kejadian tepatnya,” ujar Ketua RW 9, Dusun Sumbersari, Ali Hartono kepada Malang Post, kemarin.
Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WI. Saat itu warga Desa Wonosari sedang berpesta mengikuti Gebyar Ritual 1 Suro Gunung Kawi. Di tengah keasyikan mengikuti kirab budaya dan kirab sesajen, tiba-tiba rumah milik Ngatemin terbakar. Ia dan istrinya Yutunah, 78 tahun, saat itu sedang duduk istirahat di ruang keluarga.
Mereka dikejutkan dengan api yang tiba-tiba mengepul di atas dapur rumah. “Keduanya keluar dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” kata dia.
Mendengar teriakan itu, warga langsung berhamburan keluar dan bergotong royong membantu memadamkan api yang kian membesar. Namun lantaran menggunakan alat seadanya, proses pemadaman terkesan begitu lambat. Api semakin membesar dan hampir merambat ke rumah tetangga. Wargapun semakin bergegas untuk memadamkan api menggunakan ember dan selang seadanya. Namun usaha itu sia-sia karena si jago merah sudah membakar seisi rumah.
“Barang yang terbakar itu di antaranya TV, radio, kulkas, lemari, kasur dan pakaian. Selain itu, juga terdapat barang dagangan milik korban karena berjualan pracangan,” kata Ali.
Lanjut dia, api baru bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam lebih sementara rumah korban hangus terbakar. “Kedua korban hanya mengalami luka lecet saat berlarian keluar. Maklum keduanya sudah sepuh,” tuturnya.(big/han)