Anggota "Geng" Kampus Pukuli Teman Seangkatan

MALANG – Entah apa yang dipikirkan M Biyan, mahasiswa semester lima Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) ini. Pria yang kabarnya berasal dari Kota Batu ini, tega memukuli Reza Fahreza, teman satu kampusnya yang juga mahasiswa FH UB semester lima. Akibatnya, Biyan diringkus polisi usai menjalani kuliah, Selasa (13/10/15) lalu.
Biyan dijemput empat polisi di kampusnya dan langsung dibawa ke Mapolres Malang Kota. Ia diduga melanggar pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan Reza luka parah dan harus menjalani operasi di RS Panti Nirmala.
Reza mengalami luka di bagian wajah dan kepala. Tulang pelipis dan pipi kirinya patah, gusinya berdarah dan Reza mengalami geger otak ringan berkat pukulan di bagian kepala. Reza menjalani operasi kemarin (14/10/15) pagi. Operasi berjalan lancar dan sampai kemarin sore, Reza masih menjalani perawatan di RS Panti Nirmala.
Saat dikunjungi ke ruangannya kemarin, Reza menjalani perawatan di ruang VIP C nomor 403. Pihak keluarga masih enggan memberi komentar karena masih menunggui Reza yang baru selesai operasi. Kerabat keluarga Reza, menunggu di depan dan meminta agar wartawan yang mendatangi RS Panti Nirmala kemarin untuk tidak mewawancarai korban dan orang tuanya.
Informasi dari kerabat keluarga korban, peristiwa yang menimpa Reza terjadi saat ia dihubungi Biyan pada Senin (12/10/15) malam lalu. Ia datang bersama temannya. Reza diserang dari belakang oleh Biyan saat berada di sekitar Jl Ijen, Klojen, Kota Malang. Reza terjatuh dan terus dipukuli oleh Biyan.
"Kalau kata temannya, saat pemukulan dia (Biyan) membawa teman-temannya, lebih dari 10 orang. Temannya diancam karena ingin membantu. Saat itu padahal Reza sudah pingsan, namun masih terus dipukuli. Sekarang (kemarin, red) sudah pulih, tapi masih istirahat paska operasi," kata kerabat keluarga Reza yang enggan menyebutkan namanya itu.
Pria bertubuh tegap ini mengklaim, tidak terjadi perkelahian. Kendati demikian, ia menilai kalau pemukulan terlihat seperti sudah direncanakan. Karena itu, pihak korban (Reza, red) meminta agar kepolisian mengusut kasus ini sampai tuntas. "Katanya sih pelaku ini anggota geng-gengan di kampusnya. Sekarang kami fokus ke kesehatan korban dulu. Tapi, kami berharap agar proses hukum diselesaikan seadil-adilnya," tegasnya.
Salah satu informan terpercaya Malang Post mengatakan kalau Biyan merupakan salah satu anggota 'geng' yang terkenal onar di FH UB. Geng tersebut, bernama Partai Mahasiswa Pinggiran atau PMP. Biyan dalam sebuah grup milis membela Fariz, temannya di PMP yang saat itu melakukan perdebatan dengan Reza.
Singkat cerita, Biyan dan Fariz menantang Reza untuk bertemu diluar kampus. Reza menerima tantangan tersebut dan akhirnya bertemu di belakang kafe SOB, Klojen, Kota Malang. Hingga akhirnya, peristiwa itu menyebabkan Reza terkapar di RS Panti Nirmala.
Ia mengakui, alasan pemukulan yang dilakukan Biyan itu sangat sepele. Namun menurutnya, peristiwa itu bisa saja terjadi karena Reza berurusan dengan Biyan dan Faris yang merupakan anggota PMP. "PMP ini memang suka membuat onar di kampus, sering berantem, bahkan kalau malam mereka juga sering mabuk di kampus," kata informan Malang Post yang enggan identitasnya disebut.
K.UPT Informasi dan Kehumasan Anang Sudjoko membenarkan bahwa kedua orang yang terlibat kasus ini merupakan mahasiswa UB. Namun, menurutnya kasus itu terjadi di luar kampus. Sehingga, ia menyerahkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
"Saat ini UB menyerahkan sepenuhnya penanganan ke kepolisian meski kita upayakan mediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Dari pihak UB diwakili fakultas hukum akan menengok korban di RS," jelas Anang.
Sementara Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Hariyanto Rantesalu membenarkan kalau ada penangkapan mahasiswa UB. "Benar ada penangkapan itu (mahasiswa UB, red). Pelaku kami kenakan pasal penganiayaan. Sekarang masih dalam proses penyelidikan, saya belum membaca kronologisnya," pungkas Hariyanto. (erz/udi)