Motor vs Bus, Renggut Dua Mahasiswa UB

MALANG POST – Kecelakaan antara motor dan bus terjadi di Jalan Raya Sumberpucung Kabupaten Malang, Selasa (13/10) petang. Kecelakaan maut tersebut merenggut dua korban jiwa, yakni Devi Anggraeni, 18 tahun, warga RT 02 RW 06 Kelurahan Tanjungsari Sukorejo Blitar dan Satwika Wicaksana, 18 tahun, warga RT 01 RW 10 Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Blitar.
Kedua korban meninggal merupakan mahasiswa semester awal Universitas Brawijaya Malang. Saat kecelakaan, kedua mahasiswa jurusan Akuntansi tersebut baru menyelesaikan kuliah dan berniat pulang kampung ke Kota Blitar.
Informasi yang dihimpun Malang Post menyebutkan, motor Honda Supra, AG 3266 PQ yang dikendarai Satwika Wicaksana melaju dari arah Malang menuju Blitar. Saat berada melintas di Jalan Raya Sumberpucung, motor berusaha mendahulu mobil di depanya.
Pada saat bersamaan, bus Harapan Baru, AG7189 OG melintas dari arah Blitar menuju Malang. Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat mepet, tabrakan tidak bisa dihindari. Motor yang dikendarai Satwika dan Devi tersebut beradu moncong bus sebelah kanan.
Kanit Laka Polres Malang Kabupaten, Ipda Yoyok Supandi membenarkan kejadian itu. Korban sempat terlindas roda bus sehingga mengalami luka sangat parah, terutama bagian kepala. ‘’Kami langsung melakukan evakuasi korban dan berusaha membawanya ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Namun nyawa korban tidak tertolong dalam perjalanan karena luka-luka yang sangat parah, Kami langsung membawa keduanya ke RSSA Malang untuk memintakan visum,’’ ujarnya ketika dihubungi Malang Post, kemarin.
Sementara itu sopir bus, Sukarni, 53 tahun warga Kedungwaru Tulungagung masih diamankan di Mapolres Malang Kabupaten hingga Rabu (14/10) kemarin. Sedangkan bus juga masih diamankan di Mapolres untuk barang bukti.
Sementara itu dari pihak keluarga korban diketahui, Devi Anggraeni masih sempat menghubungi orang tuanya, Awalul Nur Wahid sekitar pukul 15.30 atau sekitar tiga jam sebelum kejadian. Devi saat ini mengatakan jika dia ingin pulang ke Blitar naik motor bareng dengan teman-temanya. Selain motor yang dikendara Devi, ada lima motor temanya berjalan beriringan.
‘’Ini kali pertama Devi pulang naik motor. Biasanya, dia pulang dari Malang ke Blitar, naik travel atau dijemput orang tuanya. Kami tidak tahu kenapa saat itu tiba-tiba ingin pulang naik motor. Sebelum kejadian, ban motor yang dikendarai Devi juga sempat bocor di jalan,’’ terang Bagus Ary, paman Devi Anggraeni.
Menurutnya, jenazah Devi sudah dimakamkan di pemakaman umum Desa Jiwut Kecamatan Nglegok Blitar, Rabu (14/10) siang kemarin. Jenazah sempat disemayamkan dua kali sebelum dimakamkam. Malam hari setelah dipulangkan dari RSSA, jenazah disemayamkan di Tanjungsari dan kemarin dibawa ke Jiwut dengan jarak sekitar lima kilometer.
Selama proses pemakaman, teman-teman Devi ikut mengiringi sehingga ada konvoi cukup panjang. ‘’Teman-teman Devi ternyata sangat banyak. Selain teman kuliah, ada juga teman SMP dan SMA. Teman Paskibraka juga datang karena Devi ini dulu anggota Paskibraka,’’ tegasnya.
Malahan Sekda Kabupaten Blitar, Palal Ali Santoso sempat datang ke rumah dua Devi Anggraeni. Dia datang setelah menghadiri pemakaman korban laki-laki, Satwika Wicaksana, anak Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blitar. (big/feb)