Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Ditangkap

Tersangka Husein Romsi pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil ditangkap petugas Polres Malang Kota.

MALANG – Satu persatu komplotan pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil berhasil diringkus anggota reskrim Polres Malang Kota. Setelah Angga Isma Wahyudi, 25 tahun, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Harul Usman, 32 tahun, warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, kini giliran Husein Romsi alias Abang yang ditangkap petugas. Pria asal Kelurahan Mulyorejo Baru, Kota Surabaya ini ditangkap petugas Jumat (5/10) lalu di tempat persembunyiannya, di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
“Tersangka HR (Husein Romsi) merupakan satu komplotan dengan tersangka AI (Angga Isma Wahyudi) dan HU (Harul Usman). Ketiganya mencuri uang di dalam mobil Toyota Kijang Grand Extra N 382 AJ, di Jalan Sukarno Hatta (depan Toko Puncak Mas) Malang Desember 2014 lalu. Barang bukti yang diamankan adalah satu unit motor Yamaha Mio Soul warna putih nopol N 4329 QZ yang digunakan pelaku melakukan aksi kejahatan, dua helm warna hitam dan satu jaket warna hitam,’’ jelas Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat melakukan press rilis kemarin.
Dijelaskan Nunung, nama pria berusia 48 tahun ini diperoleh dari tersangka Angga Isma Wahyudi dan Harul Usman. Kepada petugas, dua tersangka ini mengaku aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil tersebut dilakukan berlima. Sementara Angga dan Harul hanya bertugas untuk mencari sasaran serta membuntuti korban. Sedangkan eksekutornya adalah Husein.
Dari keterangan itulah petugas langsung cepat bergerak, untuk memburu Abang. Awalnya petugas mendatangi rumah Abang di Surabaya, namun keluarganya mengatakan jika Abang tidak pernah pulang. “Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian diketahui keberadaan tersangka, yaitu bersembunyi di rumah kakaknya di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, dan Jumat (5/10) lalu petugas langsung melakukan penangkapan,’’ tambah Nunung.
Saat ditangkap Husein tidak melakukan perlawanan. Dia langsung menyerah, saat petugas melakukan penangkapan. Tapi begitu, Husein memberikan keterangan cukup menarik. Ternyata dia dan dua tersangka yang ditangkap petugas lebih dulu tidak saling mengenal. “Saya tidak kenal akrab dengan keduanya. Tapi kami sama-sama tahu pekerjaan masing-masing. Makanya, begitu melihat keduanya di Bank Jatim, kami pun langsung menyusun strategi, yaitu mereka (Angga dan Harul sebagai pencari korban, sedangkan saya sebagai eksekutornya,’’ kata Husein.
Kepada petugas Husein mengaku tas yang dicuri dari dalam mobil yang kacanya lebih dulu dipecahkan berisi uang Rp 20 juta. Uang tersebut langsung dibagi, masing-masing Rp 5 juta. “Angga dan Usman masing-masing dapat bagian Rp 5 juta, kemudian Husein dapat Rp 5 juta. Sisanya Rp 5 juta dibagi kepada dua pelaku lain, yang saat ini dalam pengejaran,’’ kata Nunung.
Kepada petugas Husein mengaku uangnya sudah habis. Selain untuk biaya hidup sehari-hari, uang Rp 5 juta hasil curian tersebut juga digunakan untuk membayar biaya kuliah anak pertamanya. “Tersangka mengaku empat kali beraksi, hanya saja dari jumlah tersebut satu kali saja yang berhasil, tiga kalinya tidak berhasil,’’ pungkas Nunung. (ira/udi)