Diklat Mapalsa, Dua Mahasiswa Tewas

MALANG – Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UNISA) Surabaya, tewas saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Ditklatsar), Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel Surabaya (Mapalsa). Mereka meninggal di lokasi diklatsar pada Sabtu (17/10) lalu, dan kemarin dilakukan olah tempat kejadian perkara.
Dua korban yakni Yudi Akbar Rizky K, mahasiswa semester satu, warga Sukolilo Park Regency Surabaya dan Lutfi Rahmawati, mahasiswa semester tiga, Jalan Barata Jaya, Surabaya. Keduanya diperkirakan meninggal dunia karena kelelahan dan dehidrasi, saat mengikuti kegiatan Diklatsar di lokasi Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak.
Dua korban mahasiswa UNISA, meninggal dunia karena dugaan kelelahan usai mengikuti kegiatan Diklatsar mahasiswa pecinta alam (mapala)
Yudi, pemuda kelahiran 13 Agustus 1997 menghembuskan nafas terakhir di dalam tenda, di lokasi Diklatsar. Sedangkan Lutfi, gadis kelahiran 19 April 1996 ini, meninggal saat menuju ke Puskesmas Desa Sumberejo, Pagak.
Jenazah keduanya, Sabtu malam sempat dibawa ke kamar mayat RSSA Malang, untuk dilakukan otopsi. Namun kedua pihak keluarga korban, menolak. Mereka menerima kematian kedua korban. Kendati sempat dijelaskan bahwa otopsi untuk menyelidiki penyebab kematiannya, namun keluarga tetap menolak. Jenazah keduanya hanya dimintakan visum luar.
“Kami sudah membujuk pihak keluarga untuk dilakukan otopsi, sebagai bahan penyelidikan kami. Namun pihak keluarga menolaknya, sehingga hanya dimintakan visum luar. Tadi (kemarin, red) jenazah keduanya sudah dibawa pulang keluarganya ke Surabaya,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Selain kedua korban meninggal dunia tersebut, ada dua korban lain yang sempat mendapat perawatan di RS Wava Husada Kepanjen. Yakni Nur Fadilah, 19 tahun, warga Bulak Banteng Surabaya serta Masrifah Rahmania, warga Surabaya. Namun mereka sudah diperbolehkan pulang, setelah sempat mendapat perawatan. Keduanya hanya mengeluhkan pusing dan tubuhnya terasa lemas.
Menurut informasi yang diperoleh Malang Post, sebelum diketahui meninggal dunia, Yudi sempat berpamitan untuk istirahat di dalam tenda. Ia tertidur usai minum obat yang diberikan oleh dokter di Puskesmas Sumberejo Pagak. Namun sekitar pukul 16.00, saat hendak dibangunkan, tubuhnya sudah tidak bergerak. Ia sudah meninggal dunia.
Tak lama berselang, Lutfi, juga mengeluhkan sakit. Ia sempat mengatakan haus dan minta air minum. Setelah diberikan air minum, Lutfi langsung tidak sadarkan diri. Kemudian segera dibawa ke Puskesmas Sumberejo, Kecamatan Pagak. Namun belum sempat mendapat perawatan sudah meninggal dunia.
Begitu juga dengan, dua korban lainnya yang mengalami sakit. Mereka mengeluhkan sakit kepala dan tubuhnya lemas. Panitia Diklatsar lalu membawanya ke RS Wava Husada. Usai mendapat perawatan, keduanya langsung diperbolehkan pulang.
Kematian kedua mahasiswa tersebut, selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa yang kemudian diteruskan dengan melaporkannya ke petugas Polsek Pagak. Polisi yang mendapat laporan, segera ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.