Banyak Mapala Booking Lokasi

POLRES MALANG langsung mengambil alih kasus kematian dua mahasiswa UNISA Surabaya ini. Kemarin, Polres Malang langsung menurunkan Tim Identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Termasuk memasang police line di kamp induk tempat korban Yudi meninggal dunia.
Dalam olah TKP tersebut, penyidik mengajak panitia termasuk Ketua Umum Pramudya, ke beberapa titik yang menjadi tempat kegiatan. Salah satunya di Lembah Setan, yang berada di atas bukit.
“Olah TKP ini bertujuan untuk mengetahui kronologis kejadian kematian dua mahasiswa itu secara langsung. Termasuk mencari bukti lain yang ada di lokasi kejadian,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Ia mengatakan, bahwa kasus ini masih dalam pendalaman dan penyelidikan. Sehingga belum diketahui apakah ada orang yang bertanggungjawab atas peristiwa kematian dua mahasiswa tersebut. Fokus penyidik saat ini, adalah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Masih ada lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Ada dua orang saksi lagi dari pihak panitia yang akan kami mintai keterangan, sehingga baru tujuh orang saksi,” ujarnya.
Apakah juga ada rencana untuk meminta keterangan saksi ahli dan pihak sekolah ? Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menjelaskan, nantinya pasti ada beberapa saksi ahli yang akan dimintai keterangan. Keterangan saksi ahli tersebut, untuk penyelidikan dan mengetahui apakah ada tindak pidananya dalam kejadian tersebut.
“Termasuk pihak sekolah nantinya juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan. Saat ini, kami fokuskan untuk memeriksa beberapa saksi dari panitia pelaksana terlebih dahulu,” tuturnya.
Lantas untuk penyebab kematiannya? Adam mengatakan belum diketahui, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Namun dari keterangan medis, penyebab kematiannya diduga kecapekan dan dehidrasi.
“Untuk lebam yang ada di tubuh korban, masih kami selidiki apakah karena pukulan atau kecapekan,” ucapnya.
Lokasi Sudah Dibooking Pecinta Alam Lainnya
 KEPALA RESORT Pemangkuhan Hutan Rejosari, Sukiat, mengatakan bahwa Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, selama ini memang sering menjadi lokasi pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) mahasiswa pecinta alam (mapala).
Selama sebulan ini, sudah ada empat kegiatan Diklatsar yang diselenggarakan di  Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak. Salah satunya adalah mahasiswa dari UNISA Surabaya.
“Tempat tersebut (Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, red) memang sering jadi tempat Diklatsar. Mereka menggunakan tempat ini, karena cocok dan pasti ada tujuannya,” kata Sukiat, saat ditemui di lokasi.
Untuk menggunakan Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, harus melalui proses izin terlebih dahulu. Selain itu, juga harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Seperti tidak boleh sembarangan menyalakan api, dan harus membuka kamp induk tak jauh darfi kantor RPH Rejosari.
“Mahasiswa juga dilarang memanjat tebing, karena rawan sekali longsor, terutama di petak 9C. Posko yang mereka buat harus di lahan petak 9C karena dekat dengan pengawasan kami,” terang Sukiat, yang mengaku sudah lima tahun menjabat sebagai Kepala Resort RPH Rejosari.
Mereka mengajukan izin, untuk melakukan kegiatan Diklatsar mulai Rabu (14/10) sampai Minggu (18/10). Izin kegiatannya adalah mengadakan kegiatan Diklatsar untuk peserta Mapalsa baru.
Sementara itu, Pramudya mengatakan, bahwa kegiatan Mapalsa setiap tahun selalu diselenggarakan di Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak. Alasan memilih tempat ini, karena semua kegiatan di divisi Mapalsa bisa ditemukan di lokasi ini.
“Mulai panjat tebing, susur goa, konservasi, navigasi, mountaineering dan rafting. Dari enam divisi tersebut, hanya rafting yang tidak ada. Kegiatan Mapalsa ini, sudah kami lakukan setiap tahunnya di sini, sejak 1992 lalu. Selama ini sama sekali tidak pernah ada masalah,” papar Pramudya.
Sekadar diketahui, kondisi geografis Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak adalah sebuah perbukitan, yang banyak ditumbuhi tanaman pohon Jati dan Sono. Kondisi tanahnya tandus, karena kemarau yang berkepanjangan.(agp/ary)