Bangunan Roboh, Evakuasi Berlangsung Dramatis

MALANG – Sebuah proyek bangunan di Jalan Brigjend Slamet Riyadi (Oro-Oro Dowo) Kota Malang, tiba-tiba ambruk, kemarin sore. Akibatnya, dua orang pekerja proyek tertimpa reruntuhan bangunan tersebut. Kendati demikian, keduanya mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSSA Malang untuk medapatkan perawatan intensif.
Kedua korban itu bernama Puguh, 19 tahun dan Mustarom 35 tahun, yang sama-sama warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pukul 18.00 WIB. Saat itu, terdapat lima orang pekerja proyek yang lembur untuk mengerjakan bagunan tersebut.
Diperoleh keterangan, bangunan tersebut merupakan perluasan Naavagreen natural skincare yang ada di sebelahnya. Saat kejadian, keduanya hendak cuci tangan di bagian belakang proyek pembangunan itu, usai makan. Sedangkan para pekerja lainnya, berada di luar untuk berisitirahat. Bangunan itu, diketahui bekas dari sebuah warung.
Saat keduanya cuci tangan itu, tiba-tiba bongkahan cor dari atas roboh. Seketika itu juga, menimpa keduanya yang berada di bawah. Sehingga, mereka tertimbun oleh reruntuhan tersebut. sontak, kejadian itu menghebohkan warga sekitar. Kemudian, para pekerja lainnya dan warga sekitar berupaya melakukan pertolongan.
Tim SAR yang menerima laporan itu, bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pertolongan. Menggunakan alat seadanya, Tim SAR berupaya menyingkirkan bongkahan reruntuhan tersebut.
“Saat itu, kami fokus untuk berupaya secepat mungkin menyingkirkan reruntuhan yang menimpa kedua korban tersebut,” kata salah seorang petugas Tim SAR, Agus Demit, kepada Malang Post, kemarin.
Proses evakuasi berjalan dramatis. Apalagi dibutuhkan kecepatan untuk menyelamatkan nyawa kedua korban. Warga sekitar yang memadati tempat itu, semakin membuat suasana dramatis menyelimuti petang itu. Teriakan petugas Tim SAR juga mewarnai selama perjalanan proses evakuasi.
“Yang berhasil kami evakuasi pertama kali adalah korban bernama Puguh yang mengalami luka di kepala dan dadanya,” ujar Agus Demit. Sedangkan setengah jam kemudian, kata dia, Mustarom berhasi dievakuasi. Mustarom menderita patah kaki kiri dan luka di kepalanya.
Usai evakuasi, keduanya lalu segera dilarikan ke RSSA Malang untuk mendapatkan pertolongan. Sedangkan kasus ini, langsung ditangani oleh Polres Malang Kota. Bahkan Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK, terjun langsung untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) malam itu.
“Belum diketahui penyebab pasti runtuhnya bangunan ini. Setelah kami melakukan olah TKP, nantinya akan diketahui penyebabnya,” ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, bila perlu pihaknya akan mendatangkan ahli konstruksi untuk melakukan penyelidikan terkait runtuhnya bangunan ini.
Terlebih bisa jadi nantinya ada unsur pelanggaran pidana dari peristiwa tragis ini. “Masih dini bila dikatakan ada unsur pelanggaran pidana hingga menetapkan tersangka. Harus melalui penyelidikan terlebih dahulu. Bila perlu nantinya kami akan mendatangkan tim ahli dalam hal ini ahli konstruksi bangunan,” pungkasnya.(big/ary)