Puas Membunuh Pembawa Lari Istri

Tersangka Budiono, ketika menjalani rekonstruksi dengan didampingi kuasa hukumnya Bambang Suherwono, SH.

MALANG - Polres Malang kemarin merekontruksi pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Sempol, Kecamatan Pagak pada awal Oktober 2015 lalu. Peristiwa berdarah saat itu, menewaskan Didik Hariyanto, 26 tahun warga sekitar. Ia dihabisi oleh Budiono, 40 tahun, warga Jalan Sidodadi, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen.
Rekontruksi dilakukan di lapangan tenis Mapolres Malang. Tersangka Budiono, didampingi kuasa hukumnya, Bambang Suherwono. Ada 28 adegan yang diperagakan oleh Budiono dalam rekontruksi tersebut.
Diawali dari tersangka yang mengambil celurit di bawah tempat tidurnya. Kemudian menghampiri saksi Sugeng, yang diajak mengantarkan mencari alamat rumah Didik. Setelah bertemu, mereka berdua bersama-sama mencari rumah Didik dengan mengendarai motor masing-masing.
Keduanya sempat bertanya kepada warga sekitar dan nenek korban, sebelum akhirnya menemukan rumah Didik. Begitu bertemu, saksi Sugeng menunggu di luar sedangkan tersangka Budiono masuk ke dalam rumah. Ia lantas mengeluarkan celurit dari balik bajunya begitu mengetahui korban sedang tidur di sofa.
Setelah korban dibangunkan dan ditanya, pada adegan ke-20, Budiono menghunuskan celurit kali pertama ke perut korban. Setelah itu, adegan ke-21 kembali diayunkan dan mengenai bahu kanan korban. Sedangkan adegan ke-22 mengenai kepala korban.
Saat kembali mengayunkan celuritnya lagi, Sugeng masuk ke dalam rumah untuk melerai. Namun, Sugeng malah diserang oleh tersangka. Beruntung celurit yang digunakan menghabisi korban lepas dan Sugeng berhasil menghindar.
Sementara korban yang mengalami luka parah berusaha untuk kabur dengan lari keluar rumah. Namun sampai di depan pintu rumah, korban terjatuh dan meninggal dunia. Tersangka Budiono sendiri, langsung melarikan diri.
"Saya puas membunuhnya. Perasaan saya biasa saja, karena memang sudah lama dendam lantaran istri saya dibawa kabur oleh dia (korban, red)," tutur tersangka Budiono, dengan raut wajah sama sekali tanpa penyesalan.
Ia mengatakan, sebetulnya tersangka sudah memberi kesempatan kepada Didik untuk menemuinya dan meminta istrinya secara baik-baik. "Tetapi selama ini, tidak pernah ada itikad baik. Hal itulah yang membuat saya marah dan menyimpan dendam," ujarnya.
Kasatreskrim Polres Malang mengatakan, rekonstruksi tersebut untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan kejadian yang sebenarnya. "Rekonstruksi ini untuk mengetahui kejadian sebenarnya seperti apa. Selanjutnya, berkas akan segera kami rampungkan untuk cepat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen," paparnya.(agp/aim)