Sidang Permohonan PK dr. Hardi

­MALANG -Sidang ketiga permohonan Peninjauan Kembali (PK) perkara antara dr Hardi Soetanto dan Dr FM Valentina, SH, M.Hum berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Senin (19/10) kemarin. Selaku principal, dr Hardi akhirnya bisa dihadirkan, dengan kawalan ketat pihak Lapas Lowokwaru dan Kepolisian. Hardi diantar oleh ambulance dan masuk ruang sidang di atas kursi roda.
Tak hanya satu ambulance, Hardi juga dikawal ambulance lain dari Persada Hospital. Ia tiba sekitar pukul 09.00 beserta sejumlah keluarga. Di PN sendiri sudah hadir tim Jaksa Penuntut Umum Arlin Anita Sari, SH, MH Cs.
Baru sekitar pukul 10.00, Majelis Hakim dipimpin Betsji Siske .Manoe SH (Ketua Majelis), R Yustiar Nugroho SH (anggota) dan Rightmen MS. Situmorang SH memasuki ruang sidang. Tak lama berselang, tim JPU dan kuasa hukum dr Hardi,  RR. Tantie Supriatsih, SH. MH dari Sidabukke Clan & Associates duduk di kursi masing-masing.
Pukul 10.15, dr Hardi didorong seorang perawat memasuki ruang sidang. Ia dikawal pihak lapas dan dua polisi menenteng senapan. Namun saat hendak masuk ke kursi Tantie, petugas PN kewalahan membuka pembatas. Sehingga Ketua Majelis Betsji langsung melempar pertanyaan.
“Apa pemohon bisa berjalan kaki?, jika bisa kursi roda agar di luar saja,” Tanya Betsji dan dijawab bisa oleh Hardi.
Agenda sidang kemarin, seharusnya adalah pengajuan satu saksi lagi dari kubu Hardi. Namun rupanya, Tantie selaku kuasa hukumnya membatalkannya. “Agenda sidang, menerima bukti surat tambahan dari kuasa principal, bukti PK 9, 10 dan 11, silahkan maju” ujar Betsji.
Tepat pukul 10.25, Tantie maju, begitu juga dari tim JPU yang diwakili jaksa Arlin. Sejumlah bukti berupa surat yang tebal disampaikan Tantie. Diperiksa secara berurutan oleh majelis hakim dan jaksa. Pemeriksaan bukti itu berlangsung cukup lama, baru selesai sekitar pukul 10.50.
“Agenda sidang berikutnya penandatangan berita acara permohonan PK dilanjutkan besok (hari ini, Red),” tegas Betsji.
Tantie sempat meminta agar penandatangan berita acara langsung dilanjutkan hari itu juga. Namun Ketua Majelis Hakim Betsji tetap kukuh pada penegasan awal. “Kita hari ini banyak sidang, dilanjutkan besok pukul 10.00,” lanjut Betsji.
Sebelum palu diketok, Tantie sempat mengajukan pertanyaan kepada majelis. Apakah diperbolehkan, pihaknya ingin menyampailan kesimpulan. “Jika sudah siap silahkan diajukan, jadi pemohon ajukan kesimpulan, termohon belum ya,” ujar Betsji.
Usai mengajukan kesimpulan, Tantie kembali ajukan pertanyaan, terkait kehadiran dr Hardi. Tanpa panjang kata, Betsji langsung memanggil pihak lapas dan memberitahu agenda sidang selanjutnya.
“Pemberitahuan ini sekaligus panggilan untuk besok,” tegasnya diikuti anggukan pihak lapas.(ary)