Novum Mencukupi, Langsung Ajukan Kesimpulan

MALANG - Usai sidang, RR. Tantie Supriatsih, SH. MH menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan 25 alat bukti tambahan berupa surat. Sehingga total jendral, sudah ada 37 surat sebagai alat bukti. Terlampir dalam PK 1 sampai dengan 34. Pihak kejaksaan tak mengajukan alat bukti tambahan apapun, kemarin.
“Tidak jadi ajukan saksi lagi, karena dua saksi terdahulu sudah kita anggap cukup dan telah mengakomodir novum,” tegasnya menjawab pertanyaan Malang Post.
Novum itu diketahui melalui keterangan mantan Direktur Keuangan PT Hardlent Medika Husada Budi Susilo. Dan keterangan dari mantan Head Teller Bank Bersaudara Jaya Lukas Widiarsaja. Novumnya bahwa dr Hardi dan Lisa Megawati selaku komisaris PT PT Hardlent Medika Husada sudah setor modal. Sedangkan Dr FM Valentina, SH, M.Hum selaku Direktur Utama PT itu belum setor modal.
“Bahwa selama ini dalil dari Valentina bahwa dr Hardi tidak pernah setor modal, itu tidak benar, melalui keterangan dari Budi dan Lukas, yang dibuktikan dengan slip setor, sehingga dengan demikian dakwaan tak terbukti,” urai Tantie.
Sengkarut PT Hardlent Medika Husada sendiri, baru dilaporkan Valentina pasca 18 tahun perusahaan tersebut berdiri. Valentina melaporkan Hardi atas keterangan palsu dalam data otentik. Dalam perkara yang naik di PN Malang, Hardi sempat didampingi Yusril Ihza Mahendra dan bebas di PN Malang. Namun jaksa mengajukan kasasi ke MA dan Hardi dikenai enam bulan pidana.
“Permohonan PK adalah hak terpidana, dr Hardi  hari ini (kemarin, Red) hadir, principal wajib hadir sesuai SEMA 2012,” imbuhnya.
Sesuai pasal 263 KUHAP, permohonan diajukan apabila ditemukan novum, pertentangan putusan dan kekhilafan hakim. Alasan pengajuan sendiri karena adanya novum dan kesalahan atau kekeliruan penerapan hukum dari hakim pemeriksa di tingkat kasasi.
“Agenda besok (hari ini) penandatangan berita acara oleh principal dan penasihat hukum, di PN ini hanya diperiksa, kemudian berita acara dikirim ke MA, untuk diketahui hingga detik ini kami belum terima pemberitahuan putusan kedua,” tandasnya.(ary)