Kebebasan Hardi Tunggu Keputusan MA

MALANG – Sidang penandatanganan berita acara permohonan peninjauan kembali (PK) dr Hardi Soetanto berlangsung singkat di Pengadilan Negeri (PN) Malang, kemarin (20/10/15). Selaku principal, dr Hardi kembali dihadirkan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru Malang. Ia diantar ke PN Malang menggunakan ambulans dari Persada Hospital.
Kedatangan Hardi di PN Malang ditemani sejumlah kerabat dan keluarga, serta petugas dari LP Lowokwaru Malang. Sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, dr Hardi yang ditemani penasihat hukumnya, RR. Tantie Supriatsih SH MH, dari Sidabukke Clan & Associates, memasuki ruangan sidang.
Majelis Hakim yang dipimpin Betsji Siske Manoe SH memanggil dr Hardi untuk menandatangani berita acara permintaan PK. Hardi maju ke meja majelis hakim, ditemani Tantie. Kemudian, jaksa penuntut umum Arlin Anita Sari SH MH Cs yang juga menandatangani berita acara tersebut.
Selama penandatanganan berlangsung, suasana di ruang sidang terasa serius. Sejumlah keluarga dengan seksama mengamati prosesi penandatanganan berita acara permintaan PK. Sebagian lagi tampak sedang berbisik-bisik setelah dr Hardi selesai menandatanganinya. Sedangkan, ada juga pihak keluarga yang menunggu di luar dengan ekspresi datar.
"Proses penandatanganan berita acara permintaan PK selesai. Setelah ini akan dibuatkan berita acara pendapat, setelah itu kami akan kirim ke Mahkamah Agung (MA)," kata Betsji sesaat setelah dr Hardi dan jaksa penuntut umum menandatangani berita acara permintaan PK. Proses sidang kemarin, selesai. Majelis hakim keluar dari ruangan sidang, diikuti jaksa penuntut umum.
Usai sidang, dr Hardi kembali berjalan dengan perlahan menuju kursi rodanya dan langsung masuk ke ambulans Persada Hospital. Ia kembali dibawa ke LP Lowokwaru sebagai tahanan.
Berita acara permohonan PK yang ditandatangani Hardi kemarin, merupakan kelanjutan dari sidang ketiga permohonan PK atas perkara yang melibatkan dr Hardi dan Dr FM Valentina SH M.Hum. Penasehat Hukum Tantie, mengatakan bahwa pengajuan PK ini bisa dilakukan karena pihak Hardi, memiliki novum.
Novum itu diketahui melalui keterangan mantan Direktur Keuangan PT Hardlent Medika Husada Budi Susilo. Serta, keterangan dari mantan Head Teller Bank Bersaudara Jaya Lukas Widiarsaja. Novumnya bahwa dr Hardi dan Lisa Megawati selaku komisaris PT PT Hardlent Medika Husada sudah setor modal. Sedangkan Dr FM Valentina, SH, M.Hum selaku Direktur Utama PT itu belum setor modal
"Berita acara pendapat merupakan resume dari berita acara permintaan PK yang dibuat majelis hakim. Berita acara pendapat ini adalah memeriksa apakah kriteria PK sudah sesuai. Kami minta, berita acara pendapat ini segera dikirimkan ke MA agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Tantie.
Ia mengatakan, bila MA mengabulkan  pengajuan PK dari pihaknya, maka status Hardi akan kembali bebas dari dakwaan. "Saya yakin, dengan novum yang sudah ada pengajuan PK kami akan dikabulkan MA. Kami berharap MA segera bisa memberi jawaban secepatnya,"  kata Tantie. (erz/ary)