Bocor, Hanya Tangkap 7 ‘’Pemain Lama’’

MALANG – Satpol PP Kota Malang tak berkutik, ketika rencana razia Pekerja Seks Komersial (PSK) Selasa (20/10/15) malam kemarin bocor oleh seorang oknum di luar lingkungan Satpol PP Kota Malang. Alhasil, hanya tujuh PSK yang bisa terjaring razia dari target sebelumnya sebanyak 15 orang. Itu pun rata-rata 'pemain lama' yang usianya sudah di atas 35 tahun. Informasinya, berasal dari kalangan aparat TNI. Diduga, ada keterlibatan TNI dalam sindikat PSK di Kota Malang.
Bocornya informasi razia berawal saat sekitar 30 personel Satpol PP Kota Malang bersiap untuk melakukan razia PSK Selasa malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Oknum TNI tersebut tersebut mendatangi Kantor Satpol PP Kota Malang yang terletak di belakang Balkot Malang.
Oknum tersebut mengamati pergerakan Satpol PP yang sudah siap menggelar razia. Lalu, ia memberi tahu para PSK bahwa ada rencana dari Satpol PP untuk melakukan razia. Mengetahui informasi sudah bocor, razia PSK pun diundur dari rencana awal pukul 22.00 WIB menjadi 23.00 WIB.
Empat mobil Satpol PP yang menampung 30 personel meluncur dengan kencang. Sasaran pertama, berada di Jl Pajajaran yang dinilai merupakan tempat mangkal para PSK. Di Jl Pajajaran, mereka berhasil menjaring seorang PSK yang sedang naik sepeda motor. Petugas berpencar lagi, dua ke arah Jl KH Wahid  Hasyim dan dua lagi menuju Jl Tugu.
Dalam perjalanan, dua mobil yang menuju Jl KH Wahid Hasyim Hasim menemukan seorang waria yang akhirnya juga dibawa ke kantor Satpol PP. Dua mobil ini melanjutkan perjalanan ke Jl KH Wahid Hasyim  Hasim dan juga menjaring satu PSK di sana. Sedangkan dua mobil yang berputar ke Jl Tugu, menjaring seorang PSK. Petugas membawa empat tangkapan ini ke kantor Satpol PP Kota Malang.
Selang beberapa menit kemudian, empat mobil petugas kembali beroperasi, menuju utara melalui Jl WR Supratman sampai ke Jl SP Sudarmo dan putar balik menuju Jl Kolonel Sugiono dan menuju kawasan Alun-Alun Malang dan Pasar Besar melalui Jl S Supriadi. Dari hasil razia dengan rute yang lebih panjang itu, petugas hanya berhasil menjaring tiga PSK. Masing-masing di Jl WR Supratman, Jl Kolonel Sugiono dan Jl Kauman.
Hampir semua PSK yang terjaring Selasa malam kemarin ditangkap dengan mudah tanpa perlawanan. Ketika ditangkap mereka hanya berdalih ingin pulang atau sedang melakukan aktivitas lain. Seperti NDA, 42 tahun, PSK yang tertangkap di Jl Kolonel Sugiono, tepat di simpang empat Pasar Gadang.
Saat ditangkap, NDA mengaku baru ingin pulang ke rumahnya di Wagir. "Saya ingin pulang ke Wagir, ada apa ini, saya cuma mau ingin pulang ke Wagir," kata NDA. Namun, NDA tetap dibawa ke kantor Satpol PP oleh petugas.
Ada lagi LI, 48 tahun, yang ditangkap di Jl Kauman. Saat mengetahui ada petugas sedang melakukan razia, wanita berjilbab ini langsung bersembunyi di sebuah bedak PKL. Petugas mengetahuinya dan langsung menyerbu lapak PKL tersebut. Ia disuruh keluar dari bedak tersebut dan dibawa paksa oleh petugas. "Bapak kalau tahu jangan disembunyikan, ini sudah melanggar aturan," kata seorang petugas kepada pemilik bedak yang sengaja menyembunyikan PKL tersebut.
Beda lagi dengan SS, 50 tahun, seorang waria yang ikut terjaring dalam operasi tersebut. Saat ditangkap, SS mengaku ingin merias pengantin baru. Tapi, petugas tetap mencurigai SS sedang 'mangkal' mencari pelanggan. Ia pun ikut diringkus.
Selain NDA, LI dan SS, empat PSK lain yang tertangkap adalah IK (43 tahun), Rs (50 tahun), WS (37 tahun) dan CC (31 tahun). Ketujuh PSK ini diinapkan dan melakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di kantor Satpol PP Kota Malang, kemarin (21/10/15) pagi.
Ketujuh PSK ini dikenakan denda Rp 200 ribu karena melanggar Perda nomor 8 tahun 2005 tentang arangan tempat pelacuran dan perbuatan cabul. "Semuanya mengaku kalau mereka tengah melakukan itu (menjajakan diri, red)," kata Kasi Penyidikan Satpol PP Kota Malang kemarin.
Jose Belo, Kasi Kerjasama Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang yang juga memimpin operasi membenarkan kalau memang ada oknum yang membocorkan razia tersebut kepada PSK. "Kalau tidak bocor, kami sudah menarget ada 15 PSK yang bisa tertangkap. Dan itu muka-muka baru dan masih muda. Kalau yang kami tangkap ini, pemain lama dan beberapa sudah ada yang pernah tertangkap," kata Jose Belo. Meski begitu, Jose Belo tidak memberikan keterangan mengenai oknum yang membocorkan informasi razia kepada para PSK. (erz/nug)