Penyidik Periksa Rektor UNISA

MALANG - Kematian  dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UNISA) Surabaya, saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Sabtu (17/10) lalu terus diselidiki Polres Malang. Polisi sudah memeriksa 21 orang saksi. 16 saksi adalah peserta Diklatsar, dan lima saksi lainnya panitia.
"Kasusnya masih terus kami selidiki sampai sekarang. Sudah 21 orang saksi yang kami mintai keterangan. Masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami panggil untuk dimintai keterangan," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Adam mengatakan, untuk peserta Diklatsar sebetulnya ada 19 orang. Dua diantaranya adalah korban yang meninggal dunia. Sedangkan satu orang lagi, saat ini kondisinya masih sakit dan dirawat di RS Surabaya.
"Setelah saksi peserta dan panitia Diklatsar yang kami minta keterangan, selanjutnya saksi pembina dari pihak kampus. Bisa dosen atau rektor yang nantinya kami mintai keterangan. Rencananya pemeriksaan dilakukan minggu depan," tuturnya.
Dalam pemeriksaan lanjut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, para saksi menceritakan mulai awal kegiatan Diklatsar. Mulai dari pendaftaran, perekrutan kegiatan latihan di ruangan, sampai kegiatan di lapangan. Termasuk kronologis kejadian Sabtu lalu yang mengakibatkan dua mahasiswa UNISA meninggal dunia.
"Pemeriksaan ini untuk mengetahui aturan dan prosedur dari kegiatan Diklatsar. Kami masih menyelidikinya apakah ada unsur pidananya. Jika ditemukan, maka akan dinaikkan menjadi penyidikan. Baru nanti langkah selanjutnya, meminta keterangan saksi ahli. Namun kalau tidak ada, ya tidak kami naikkan ke tingkat penyidikan," jelasnya.
Untuk hasil visum luar kedua korban, Adam mengatakan seharusnya hasil visum kemarin sudah jadi dan diserahkan ke Polres Malang. "Namun akan kami tanyakan lagi apa sudah ada hasil visumnya," katanya.
Sekadar diketahui, dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UNISA) Surabaya, Sabtu (17/10) lalu tewas saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar), Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel Surabaya (Mapalsa). Keduanya diduga kecapekan dan dehidrasi saat ikut Diklatsar di lokasi Wana Wisata Sumuran RPH Rejosari, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak.
Mereka adalah Yudi Akbar Rizky K, mahasiswa semester satu, warga Sukolilo Park Regency Surabaya, serta Lutfi Rahmawati, mahasiswa semester tiga warga Jalan Barata Jaya, Surabaya. Yudi meninggal dunia di dalam tenda (kamp) induk. Sedangkan Lutfi, menghembuskan nafas saat perjalanan ke Puskesmas Sumberejo, setelah sebelumnya sempat minta minum.(agp/aim)