Polda Obok-Obok Bandulan

MALANG - Delapan polisi mengaku dari Polda Jatim menggerebek rumah di Jalan Bandulan Gg IB RT02 RWO4, Kelurahan Bandulan, tadi malam. Tidak diketahui jelas motif penggerebekan. Namun dari informasi warga sekitar, penggerebekan tersebut diduga berkaitan dengan jaringan narkoba.
"Yang datang dari Polda dari jam 18.00 tadi, katanya karena kasus narkoba," kata Imam salah satu warga.
Petugas datang menggunakan mobil Kijang Innova nopol N 345 DS, mereka berjumlah delapan orang, semuanya menggunakan pakaian preman.
Saat datang, petugas langsung masuk di rumah nomor 57 tersebut. Tidak jelas apa saja yang digeledah. Bahkan di luar aktifitas penggeledahan juga tidak terlihat. Bahkan saat Malang Post bertanya, petugas enggan menjawab. "Nanti di kantor," katanya singkat sambil kembali masuk dalam rumah.
Aktifitas penggeledahan ini awalnya tidak menjadi perhatian warga. Sebaliknya, warga baru keluar dan kemudian ramai membicarakan setelah aktifitas penggeledahan selesai.
Saat itu delapan petugas keluar, setelah mobil yang tadi mengantar menjemput. Mereka tidak keluar dengan tangan kosong. Selain membawa tiga kardus diduga berisi narkoba jenis ganja dan sabu-sabu, petugas juga membawa Ika, 30 tahun, anak dari Siti,50 tahun sang pemilik rumah.
"Tidak tahu apakah dia dibawa sebagai tersangka atau tidak. Kami juga tidak tahu isi dalam kardus itu apa. Tapi sepertinya itu narkoba," kata warga.
Sementara itu Ketua RT02 RW04 Kelurahan Bandulan, Miftahul Huda mengaku tidak tahu menahu ada aktifitas penggerebekan. Dia sendiri sempat bingung saat banyak wartawan datang.
"Saya tidak tahu, tidak ada pemberitahuan ke kita," katanya.
Huda mengatakan jika tadi malam keluar rumah untuk menghadiri rapat muda mudi. "Beneran saya tidak tahu penggerebekan ini dari mana, gak ada laporan sama sekali," tegasnya.
Tapi begitu Huda mengaku jika Siti adalah orang baru di rumah nomor 57 tersebut. "Dulu pernah tinggal di sini, kemudian pindah ke Desa Pandanlandung, Wagir, kemudian pindah lagi lima bulan disini," tambahnya.
Siti dan Ika sendiri sambung Huda memiliki aktifitas yang baik. Keduanya bersosialisasi, dan sangat baik dengan warga. "Ya keluar, menyapa warga kalau ketemu. Tapi kalau aktifitas selain itu saya tidak tahu," tandasnya. (ira/ary)