Ledakan di Bumiayu, Tewaskan Satu Orang

MALANG – Satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat ledakan petasan di Jalan Parseh Jaya Gg Cemondelan, Kelurahan Bumiayu, semalam. Ledakan juga menghancurkan dua rumah serta merusak tiga rumah lainnya. Korban tewas atas nama Yuli, berusia 20 tahun, terdampak langsung ledakan.
Dua rumah yang hancur adalah milik kakak beradik  Misti , 44 tahun dan Rawedi, 42 tahun. Sedangkan tiga rumah lainnya yang rusak, milik Solihin (sebelah kiri), milik Umar (sebelah kanan), dan Sukanah (depan). Semua kaca di tiga rumah ini pecah. Genting juga berhamburan.
Satu korban meninggal dunia, menurut informasi yang dihimpun Malang Post, atas nama Yuli, 20 tahun, anak dari Misti.
"Yuli mengalami luka parah di bagian kepala dan sekujur tubuhnya, tadi langsung di bawa ke RSSA Malang," kata warga.
Selain Yuli yang menjadi korban jiwa, ada tujuh orang yang mengalami luka-luka. Yakni diantaranya Hadi, 22 tahun, Yanto, 25 tahun,  Solihin, 28 tahun, Ulum, 10 tahun  dan Rizki, 8 bulan.
Yuli, 20 tahun, dan Hadi, 23 tahun merupakan anak dari Misti. Selain itu ada Yanto, 25 tahun teman dari Yuli.
"Ulum dan Rizki ikut jadi korban. Keduanya anak dari Solihin. Ikut jadi korban, sekarang dibawa ke RSSA Malang," kata Warga.
Hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan penjagaan di TKP. Tidak hanya dari Polsekta Kedungkandang, penjagaan juga dilakukan oleh anggota Polres Malang Kota dan Detasemen B Brimob Ampeldento. Tadi malam anggota Brimob langsung melakukan penyisiran di TKP. Mereka mencari sisa-sisa bahan peledak. Penjagaan juga mengerahkan tim K-9 Detasemen B Brimob Ampeldento.
Bahkan tadi malam Kabag Ops Polres Malang Kota Kompol Sunardi Riyono juga datang ke TKP. Namun begitu, pria dengan satu melati di pundak ini enggan memberikan komentar terkait kejadian ini.
Sementara itu menurut informasi ledakan bersumber dari rumah Rawedi. Saat itu pukul 20.30  rumah Rawedi dalam kondisi kosong. Dia bersama dengan keluarganya berada di Gondanglegi. "Pak Rawedi ke Gondanglegi, mertuanya meninggal dunia sekarang (Minggu) tujuh harinya. Rumahnya kosong tapi sering anak Misti masuk di rumah tersebut," kata salah satu warga.
Tidak jelas apa penyebabnya, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat hebat. Seketika itu warga langsung berhamburan keluar untuk mencari tahu suara ledakan. "Keras sekali ledakannya, kami mengira suara bom," aku warga itu.
Saat itu juga warga melihat rumah dua rumah yaitu milik Misti dan Rawedi sudah hancur. "Kami pun langsung melakukan pertolongan. Di dalam reruntuhan warga mencari para korban. "Satu persatu korban kami angkat dan kangsung kami bawa ke RS," imbuhnya.
Sementara itu, menurut informasi yang membuat petasan adalah Rawedi. Petasan tersebut bukan untuk dijual, tapi untuk persiapan pengajian Riyadlul Jannah tanggal 30 Oktober di wilayah Embong Anyar.(ira/ary)