Stres, Bunuh Diri

MALANG - Amir Hamzah, 53 tahun, warga Jalan Lesti Utara, RT03 RW03, Kelurahan Bunurejo, Kecamatan, Blimbing pagi kemarin ditemukan tewas menggantung di rumahnya. Korban ditemukan tewas di kamar tidur lantai dua dengan leher terlilit kain sarung warna orange. Tewasnya Amir ini sempat membuat warga gempar. Karena informasinya selain kondisi lidahnya tidak menjulur layaknya korban tewas gantung diri, saat ditemukan korban dalam posisi duduk bersimpuh.
Meskipun  ada penolakan dari pihak keluarga, petugas Polsekta Blimbing yang melakukan olah TKP memilih membawa jenazah korban ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. Bukan itu saja, petugas juga meminta keterangan para saksi, termasuk Asri, 19 tahun, yang kali pertama menemukan korban meninggal, juga dimintai keterangan oleh petugas.
“Untuk sebab tewasnya korban apakah murni gantung diri atau ada sebab lain kami menunggu hasil visum,’’ kata Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setiono.
Tewasnya Amir ini kali pertama diketahui oleh Asri anak terakhir korban. Saat itu sekitar pukul 10.00 Asri berniat bersih-bersih lantai dua rumahnya. Saat itu dia sama sekali tidak curiga dengan sang ayah. Terlebih sebelumnya dia sempat melihat ayahnya sedang duduk-duduk santai di kamarnya. “Saya sempat melihat bapak duduk saat saya bersih-bersih di lantai satu,’’ kata Asri.
Tapi begitu, saat melintas di depan kamar Azis, Asri langsung shok. Itu karena dia melihat leher ayahnya telah terlilit kain sarung. Meskipun belum diketahui kondisi korban, tapi yang jelas Asri langsung berteriak memanggil ibunya, Suyati, 54 tahun. Responnya, Suyati langsung datang. Ibu empat anak ini juga shok dengan kondisi suaminya.
Dengan langkah sempoyongan, Suyati langsung mendatangi rumah Suyoto, ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian yang menimpa suaminya. “Saat mendapat laporan saya langsung datang untuk melakukan pengecekan,’’ kata Suyoto. Dia juga langsung memeriksa kondisi korban. Begitu kondisi korban sudah tidak bernafas, Suyoto meminta warga dan para penghuni rumah untuk keluar. Ini dilakukan agar kondisi TKP tidak rusak. Selanjutnya, Suyoto melapor ke Polsekta Blimbing.
Tidak lama kemudian petugas datang. Setelah melakukan olah TKP, petugas bersama anggota RJT langsung melakukan evakuasi. Jenazah korban nyang tidak bernyawa langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.
Sementara itu,  aksi bunuh diri yang dilakukan Amir ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Amir juga kerap[ berniat untuk mengakhiri hidupnya. Mulai dari meminum racun serangga, menusuk perutnya dengan pisau hingga meminum banyak obat. Hal ini kemarin dikatakan oleh Afiza, 30 tahun, salah satu anak korban.
Ditemui Malang Post saat menunggu jenazah ayahnya di kamar jenazah Polres Malang Kota kemarin, Afiza mengatakan jika ayahnya mengatakan ingin mati.  “Bapak pernah berniat bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya. Tapi aksi itu urung dilakukan, karena kepergok. Saya langsung memegang pisau yang sudah dipegang itu, dan berusaha menenangkan bapak,’’ kata pria yang mengaku tinggal di Jalan Gatot Subroto ini.
Selain itu, Amir juga sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan minum racun serangga. Tapi lagi-lagi upaya itu gagal. Nyawa Amir dapat diselamatkan karena keluarga ada yang memergoki, dan langsung menenangkan korban.
“Ini tadi kita betul-betul lengah. Kami tidak menyangka sama sekali. Padahal, sebelumnya adik dan ibu sempat ngobrol sama bapak,’’ tambahnya.
Lalu apa yang membuat Amir nekat mengakhiri hidupnya? Meskipun tidak tahu pasti, tapi kemungkinan besar ayahnya nekat mengakhiri hidup lanteran jengkel dengan kondisi kesehatannya. Menurut Afiza, sejak 11 tahun terakhir, ayahnya mengidap penyakit diabetes. Saat gula darahnya tinggi, sang ayah kerap mengeluh seluruh badannya sakit. Bahkan, sang ayah juga kerap berteriak ingin mati. “Akhir-akhir ini ada komplikasi lambung. Bapak sering mengatakan ingin mati jika sakitnya kambuh,’’ kata Afiza, yang mengaku mendapat kabar jika ayahnya meninggal dari keluarganya. “Tadi saya ikut arisan keluarga, tiba-tiba dapat telepon dari adik, katanya bapak meninggal. Saya langsung pulang ke rumah bapak,’’ tandasnya. (ira/feb)