Densus 88 Gadungan Mengaku Berpangkat Kompol

MALANG - Upaya perburuan Tim Buser Polres Malang, terhadap Didik Hariyanto, 43 tahun, akhirnya membuahkan hasil. Polisi gadungan yang mengaku anggota Densus 88 ini, diringkus petugas di rumahnya Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Saat ditangkap, ia tanpa melakukan perlawanan.
Pelaku yang memiliki nama samaran, Kompol Agung, alias Kompol Satria, alias Ian Kuswara, alias Suwandi alias Kevin ini, dibekuk atas laporan Liani, warga Kecamatan Turen. Pada 9 Januari 2014 lalu, korban mengadu telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh tersangka. Ia mengaku dirugikan sekitar Rp 600 juta.
"Tersangka DH (Didik Hariyanto, red) ini, berhasil kami tangkap setelah melalui penyelidikan panjang. Sebab tersangka ini dikenal sangat licin. Begitu kami dapatkan informasi kalau tersangka sedang di rumah, kami langsung menggrebek rumahnya dan berhasil menangkapnya," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Menurutnya, sebelumnya pada pertengahan 2013 lalu, korban dan tersangka bertemu di sebuah hotel di Kota Malang. Saat itu, baik korban dan tersangka sedang berada di hotel bersama dengan keluarganya masing-masing. Saat bertemu, tersangka mengaku sebagai anggota Densus 88 Polda Jatim bernama Kompol Agung.
Setelah berkenalan tersebut, tersangka mengutarakan meminjam uang kepada korban secara bertahap. Alasannya untuk kegiatan operasional Densus 88 Polda Jatim. Tersangka akan mengembalikan uangnya, setelah rumahnya di Sidoarjo laku terjual. Total uang yang dipinjam senilai Rp 600 juta.
Perbuatan tersangka ini terbongkar, setelah korban mulai curiga dengan tersangka yang menghilang begitu saja. Selanjutnya korban mengecek ke Polda Jatim, dan ternyata tidak ada nama Kompol Agung. Karena merasa telah tertipu itulah, akhirnya korban melaporkannya ke Polres Malang.
"Tersangka ini sudah tiga kali ini keluar masuk penjara dengan kasus penipuan. Kami imbau kepada masyarakat yang pernah tertipu oleh tersangka, silahkan mengadukan kepada kami. Dan kami juga mengimbau, kepada masyarakat jika ada polisi yang meminta atau meminjam uang untuk kegiatan operasional supaya tidak diberi dan melaporkannya kepada kami," paparnya, sembari mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penipuan.
Sementara itu, dalam keterangannya tersangka mengaku kalau uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk berfoya-foya. Uang habis untuk membeli narkoba dan bermain judi. "Uangnya sudah habis semua untuk membeli narkoba dan bermain judi," jelas tersangka Didik Hariyanto.(agp/nug)