Anak Diperkosa, Ibu Korban Tuntut Pelaku Disel

Minah, didampingi, Badan Peserta Hukum Reclasseering Indonesia, Nur Rohim mendatangi Polres Malang untuk menanyakan perkembangan pengaduannya.

MALANG - Seorang ibu, Minah, 47 tahun, warga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, berjuang mencari keadilan untuk anak sulungnya, berinisial SW, 25 tahun. Ibu empat anak tersebut, mengadu ke Polres Malang tentang perbuatan asusila yang dialami anaknya tersebut.
SW disetubuhi oleh pemuda berinisial AS, 26 tahun, tetangganya. Akibat persetubuhan terlarang tersebut, SW yang diketahui mengalami depresi dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Porong Lawang ini, melahirkan seorang bayi laki-laki yang kini baru berusia 6 hari. Minah mengadu, dengan harapan SW ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Namun, pengaduannya pada bulan Agustus 2015 lalu, belum mendapat penanganan serius. Kemarin didampingi, Badan Peserta Hukum Reclasseering Indonesia, Nur Rohim mendatangi Polres Malang untuk menanyakan perkembangan pengaduannya.
"Pihak Polres Malang, mengatakan akan mempertemukan keluarga korban dengan pelaku hari Rabu depan. Polisi memberikan waktu untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Jika tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan, katanya anak SW, akan dilakukan tes DNA. Padahal orangtuanya minta untuk kasusnya diproses," terang Nur Rohim.
Dijelaskannya, bahwa perbuatan asusila yang dilakukan AS terjadi sekitar bulan Februari 2015 lalu. Saat itu, orangtua SW sedang bekerja di kebun. AS, yang merupakan tetangga dekat datang ke rumah korban lalu menyetubuhi korban yang mengalami depresi. "Saat itu, WS sudah mulai sembuh setelah berobat. Namun dengan kejadian itu, ia kembali depresi lagi," ujarnya.
Perbuatan asusila tersebut, terbongkar ketika korban diketahui hamil. Saat ditanya berulang kali, WS mengaku kalau disetubuhi oleh AS. Permasalahan ini, sempat dibawa ke Balai Desa. Di hadapan Kepala Desa dan perangkat Desa Srigonco, AS berjanji bertanggungjawab dengan pernyataan tertulis.
Bahkan AS siap untuk menikahi WS secara siri. Namun ketika pernikahan siri dipersiapkan, ternyata AS tidak memunculkan batang hidungnya. Karena itulah, akhirnya orangtua korban yang tidak terima lalu mengadukan ke Polres Malang.
"Jika memang pengaduan kami ini tidak segera ditindaklanjuti, kami akan membawa perkara ini ke Polda Jatim. Karena korban ini merupakan keluarga yang tidak mampu," paparnya, yang dibernarkan Minah.
Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo SH, Mhum, mengatakan bahwa pengaduan sudah diterima. Ia mengatakan akan mempertemukan kedua pihak pada hari Rabu nanti. Karena baik korban dan pelaku sama-sama sudah dewasa. "Kami memberi kesempatan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Karena sebelumnya, AS sudah membuat pernyataan untuk bertanggungjawab," jelasnya.(agp/aim)