Empat Korban Tewas, Satu Masih Kritis

MALANG – Korban meninggal akibat ledakan petasan di Jalan Kyai Parseh Jaya Gg Cemondelan, RT06 RW 05, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang bertambah tiga. Yakni masing-masing Sugiyanto , 25 tahun, meninggal pukul 02.00. Lalu bayi Mohammad Rizky Fremdiansyah, 10 bulan, meninggal pukul 02.30. Dan Samsul Zaenuri, 38 tahun, meninggal pukul 06.00. Ketiga korban ini meninggal saat menjalani perawatan medis di RSSA Malang. Seluruhnya warga Kelurahan Bumiayu  RT05 RW05, Kecamatan Kedungkandang.
Sehingga jumlah korban meninggal akibat korban ledakan ini ada empat orang. Sebelumnya, Yulianto, 20 tahun, warga Kelurahan Bumiayu RT05 RW06, Kecamatan Kedungkandang meninggal, sesaat setelah kejadian.
Keempat jenazah ini kemarin langsung dipulangkan dan dimakamkan. Jenazah Yulianto, 20 tahun, yang kemarin lebih dulu dibawa pulang oleh keluarga. Yakni pukul 09.00. Karena rumahnya sudah hancur, jenazah Yuli disemayamkan di rumah Hasan Basuni, 55 tahun. Selanjutnya, setelah disalatkan jenazah Yuli langsung dibawa ke TPU Bumiayu untuk dimakamkan.
Kedua jenazah yang dipulangkan adalah jenazah Mohammad Rizky Fremdiansyah, 10 bulan. Anak kedua Muhammad Solihin, 30 tahun dan Novita Sari, 28 tahun ini datang pukul 09.00. Kedatangannya di rumah Hasan Basuni ini  pun langsung disambut isak tangis keluarga. Terlebih Novita. Dia sempat menangis histeris dan kemudian tidak sadarkan diri saat jenazah anak keduanya ini turun dari mobil ambulance. Ya, Novita sama sekali tidak menyangka, jika anaknya yang saat ini masih belajar merangkak ini meninggal akibat ledakan petasan.
“Ini rumah Hasan Basuni, kakeknya Novita. Tadi jenazah Yuli disemayamkan di sini, karena rumahnya hancur,’’ kata Saifudin, keluarga Novita.
Berbeda dengan jenazah Yuli yang hanya disemayamkan sebentar untuk disalati saja. Jenazah Rizky lebih lama disemayamkan. Di rumah Hasan Basuni, jenazah Yuli disemayamkan. Hampir setiap warga yang datang langsung menitikkan air mata, begitu melihat Rizky. Ya, hampir semua orang tidak percaya jika Rizky yang masih Balita ini ikut menjadi korban ledakan petasan.
Sementara jenazah ketiga yang dipulangkan dari kamar jenazah  RSSA  Malang adalah Sugianto. Sekitar pukul 11.00, jenazah Sugianto sampai di rumah duka. Tidak berbeda dengan di rumah Ahmad Basuni, di rumah duka, jenazah Sugianto langsung disambut isak tangis keluarga.
Terakhir, jenazah yang dipulangkan adalah jenazah Samsul Zaenuri. Ambulans yang membawa jenazah Samsul datang pukul 14.00.
Meskipun kedatangan jenazah ini tidak bersamaan, empat korban ledakan petasan ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum yang sama yaitu di TPU Bumiayu.
“Dari tujuh korban, total ada empat yang meninggal dunia. Satu sampai saat ini masih kritis, dan dirawat di RSSA Malang, dua korban lainnya kondisinya sudah membaik,’’ kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
Empat korban ini semuanya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Kecuali Rizky. Bayi berusia 10 bulan ini mengalami luka gores di dahi kirinya, dan luka sobek di perut dan tangan serta kaki. Ada kemungkinan, Rizky tewas karena benturan, setelah tubuhnya terlempar dari gendongan Solihin (ayahnya) saat kejadian.
Keduanya berusaha pergi dari lokasi pembuatan petasan (baca di features bagian bawah).(ira/ary)