Tiga Bulan Berkeliaran, Diringkus di Ketawanggede

Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat menunjukan tersangka dan barang bukti di Mapolres Malang Kota, kemarin.

Komplotan Pencuri Rumah Kosong
MALANG - Sudah berbulan-bulan, Oky Susanto atau OK (25 tahun), warga Jl Kepuh VI/26, Sukun, Kota Malang, Beny Febrianto atau BF (31 tahun), warga Jl Bilira, Lowokwaru, Kota Malang dan Puji Santosa atau PS (40 tahun), Warga Perum Indah Gondorejo, Batu berkeliaran, polisi baru bisa menangkapnya Sabtu (24/10/15) pekan lalu. Artinya, sudah tiga bulan lebih OK, BF dan PS bebas berkeliaran. Padahal, sudah jutaan rupiah harta milik warga amblas dirampas oleh ketiga pria dengan profesi berbeda-beda itu.
Keterangan yang berhasil digali polisi menyebutkan bahwa  ketiganya sudah berkali-kali melakukan pencurian di rumah kosong. Sepanjang tahun 2015, BF sudah melakukan delapan kali pencurian rumah kosong. Tiga kali ia lakukan bersama PS, lima kali ia lakukan bersama OK. Dari hasil pencurian itu, BF berhasil meraup keuntungan Rp 3 juta, OK sebanyak Rp 2,5 juta dan PS Rp 2 juta.
"Dua di antara mereka merupakan residivis atas kasus yang sama. BF pernah dipenjara selama enam bulan di LP Lowokwaru pada 2004 dan OK juga dipenjara enam bulan pada 2014," kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni  di Mapolres Malang Kota, kemarin (29/10/15).
Kasus pertama diketahui pada akhir Juni 2015 pukul 11.00 WIB di Jl Telagawangi I/27A Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Saat itu, BF beraksi bersama rekannya, OK. Mula-mula, keduanya berkeliling di sekitaran target. Kemudian BF masuk ke target dan mengetuk pintu untuk memastikan rumahnya kosong.
Setelah dipastikan rumah itu kosong, BF langsung masuk dengan cara mencongkel jendela. Saat BF beraksi, OK menunggu di luar sambil mengawasi situasi di luar rumah. Tak lama, sekitar 10 menit kemudian, BF keluar membawa barang curiannya berupa tiga buah laptop. Barang-barang tersebut digadaikan dan ia mendapat Rp 3,5 juta, keuntungan mereka bagi dua.
"Dari sini petugas melakukan penyelidikan, Sabtu (24/10/15) lalu petugas berhasil menangkap tersangka," lanjut Nunung. Pertama petugas menangkap OK di rumahnya, kemudian setelah menangkap OK petugas berhasil menggeledah rumah BF, BF juga turut ditangkap. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap BF, polisi mengetahui kalau BF juga pernah melakukan aksi pencurian bersama PS pada 1 September 2015 lalu.
Mengetahui itu, polisi langsung mendatangi kost-kostan PS  di Jl Kertosentono, Ketawanggede, Lowokwaru, dan menangkap bapak satu anak itu. "Saat melakukan aksinya, BF selalu mengajak teman. PS dan OK ini tidak saling kenal, mereka diajak BF untuk melakukan aksi kriminal tersebut," jelas Nunung.
Ditanyai kenapa baru bisa ditangkap pekan lalu, Nunung mengatakan bahwa sejak peristiwa pertama pada Juni 2015 lalu, polisi terus melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, polisi bisa menemukan tersangka dari keterangan saksi dan kecocokan ciri-ciri pelaku.
Dari penangkapan itu, polisi menahan beberapa barang bukti, di antaranya satu buah tas warna hijau motif bunga, satu gelang berbatu akik giok, satu cincin kosong warna emas, satu gelang warna emas, satu modem, satu flashdisk, satu buah bongkahan batu akik panca warna dan kecubung ungu, satu untai kalung warna emas dan lima buah cincin kosong warna emas.
"Atas perbuatannya ini tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan kasus," pungkas Nunung. (erz/nug)