Tahanan Menikah, Tak Menghapus Pidana

Dwi Rio Susilo dengan Bunga, kekasihnya saat menjalani pernikahan di ruang Gakkumdu Polres Malang.

MALANG - Untuk sekian kalinya, Polres Malang menikahkan seorang tahanan di balik terali besi. Kemarin pagi, tersangka kasus asusila terpaksa menjalani pernikahan di ruang Gakkumdu. Selain dihadiri kedua orangtua mempelai, juga disaksikan beberapa anggota Polres Malang.
Dwi Rio Susilo, 19 tahun, terus menundukan kepala saat keluar dari ruang tahanan. Tidak ada senyuman yang terlihat dari wajahnya. Warga Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan ini, terlihat grogi dengan pernikahannya.
Sebelumnya, Rio menjadi tersangka karena kasus asusila. Ia ditahan sejak 20 Oktober lalu, setelah dilaporkan menyetubuhi Bunga (nama samaran), 17 tahun, siswi salah satu SMK di Kecamatan Tajinan. Bunga sendiri diakui sebagai kekasihnya.
Selama menjalin asmara, Rio dan Bunga melakukan hubungan layaknya suami istri. Terakhir persetubuhan dilakukan pada Februari 2015. Akibat hubungan terlarang tersebut membuat Bunga hamil. Sekarang usia kandungannya sudah delapan bulan.
Saat diketahui hamil, Rio sudah bersedia bertanggungjawab untuk menikahinya. Namun menunggu sampai seribu hari ayahnya. Tetapi karena janji tersebut diingkari, pada 10 Oktober lalu, keluarga Bunga melaporkannya ke Polres Malang. Berdasarkan laporan itulah, Rio akhirnya ditangkap dan ditahan sejak 20 Oktober lalu.
Namun setelah ada kesepakatan keluarga, akhirnya kedua orangtua sepakat untuk menikahkan Rio dengan Bunga. Pernikahan kemarin dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Tajinan, Muhammad Sulthoni Bashori. Dengan emas kawin berupa uang sebesar Rp 100 ribu.
Saat mengucapkan ijab kabul, Rio terlihat grogi. Ia sampai empat kali mengucapkan janji pernikahan. Setelah sah, mereka berdua lalu membacakan janji pernikahan di hadapan penghulu dan saksi-saksi.
Suasana semakin trenyuh, ketika Bunga mencium tangan Rio, suaminya. Usai pernikahan, Rio harus kembali mendekam di balik tahanan. Sedangkan Bunga dan keluarganya langsung pulang.
"Pernikahan ini, tidak menghapus tindak pidana yang sudah dilakukan oleh tersangka. Namun akan menjadi pertimbangan Majelis Hakim saat persidangan, untuk meringankan hukumannya. Karena tersangka sudah bertanggungjawab atas perbuatannya," ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.
Sementara itu, Rio mengaku senang bercampur sedih. Alasannya karena ia sudah bertanggungjawab dengan menikahi wanita yang dicintainya. Sedangkan rasa sedihnya, karena tidak bisa berkumpul dengan istrinya usai menikah. (agp/feb)