Tersangka Petasan Menyerahkan Diri

MALANG - Nawardi (40 tahun) tersangka pemilik 35 Kg bahan petasan yang meledak di Bumiayu Kota Malang, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Malang Kota. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 49 penasehat hukum dari Posbakum  Peradi Malang Raya siap membelanya. Penyerahan diri Nawardi, mendapat apresiasi dari Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
Meski dalam kondisi shock, warga  Jl Kyai Parseh Jaya Gang Cemondelan RT 06 RW 05, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang itu menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum.
‘’Tersangka (Nawardi Red) dalam kondisi sehat secara fisik, dan siap bertanggung jawab,’’ jelas Iwan Kuswardi SH, Ketua tim penasehat hukum Nawardi kepada Malang Post, kemarin  (30/10) sore.
Iwan menuturkan, Nawardi sebenarnya sudah mengetahui peristiwa ledakan petasan itu persis pada malam kejadian, Minggu  (25/10) lalu. Ketika itu dia baru pulang dari Gondanglegi, menghadiri tahlilan tujuh hari meninggalnya mertua. Begitu tiba di dekat rumahnya, Nawardi langsung shock melihat rumahnya yang sudah hancur berantakan dan beberapa polisi sedang memeriksa di tempat kejadian perkara (TKP).
Nawardi spontan terduduk lemas di pinggir jalan, pikirannya melayang pada nasib saudara dan keponakan yang sedang membuat petasan. Suasana gelap gulita, sehingga tidak ada  yang memperhatikan keberadaan Nawardi yang hanya beberapa meter dari TKP.
Saat itu Nawardi sudah mantap menyerahkan diri. Hanya dia masih mencari pengacara yang bisa mendampinginya agar bisa menjalani proses hukum secara adil. Dalam kondisi galau, Nawardi sempat menenangkan diri ke Surabaya. Dia bahkan tidur di pinggir jalan hanya untuk meleas kegalauan hatinya.
Kamis (29/10)  malam, sekitar pukul 22.00 wib, Nawardi bertemu dengan tim Posbakum Peradi Malang Raya. Pukul 23.30 wib, Nawardi pun menyerahkan diri ke Mapolres Malang Kota, dan ditemui langsung Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.  ‘’Kapolres sangat mengapresiasi penyerahan diri tersangka,’’ sambung Iwan.
Sejak diamankan di Mapolresta Kamis malam, Nawardi sudah menjalani dua kali pemeriksaan. Menurut Iwan, penyidik  memeriksa dengan hati-hati mengingat  kondisi psikis tersangka masih labil akibat musibah bertubi-tubi yang menimpanya.  
‘’Tersangka baru saja kehilangan mertua. Sepulang tahlilan, rumahnya hancur berantakan. Korban yang tewas juga masih kerabatnya. Sekarang Nawardi menjadi tersangka kepemilikan bahan petasan yang meledak itu,’’  beber Iwan.