Puluhan kilogram petasan Hasil Urunan

Iwan mengungkapkan, puluhan kilogram petasan yang dibuat korban Yanto dkk hendak digunakan pada acara pengajian warga Sabtu (31/10) malam ini. Bagi warga setempat, penyalaan petasan usai pengajian bukanlah hal baru. Bahkan sudah menjadi tradisi yang selalu ditunggu-tunggu oleh warga.
Disinggung asal muasal 35 Kg bahan petasan, Iwan mangatakan, dana membeli bahan petasan tersebut diperoleh dari sumbangan warga di sekitar rumah Nawardi. Ada beberapa warga yang bertugas menarik sumbang.
‘’Hasil sumbangan terkumpul Rp250 ribu. Uang itu seluruhnya diserahkan Nawardi kepada Yanto (korban tewas red) karena Yanto memang ahli membuat petasan,’’ urai Iwan.
Seperti diketahui, Nawardi dijerat Undang-undang darurat dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dengan sangkaan kepemilikan bahan peledak berbahaya. Sementara ledakan yang terjadi Minggu lalu mengakibatkan empat orang tewas, tiga lainnya luka-luka. Seorang korban bahkan masih dalam kondisi kritis dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Selain rumah milik Nawardi, empat rumah lain di sekitar rumahnya rusak parah. SDN 4 Bumiayu yang berada tak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara) terpaksa diliburkan 3 hari dengan alasan keamanan.
 Terpisah, Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata membenarkan Nawardi sudah diamankan sejak Kamis malam, dan kini menjalani pemeriksaan intensif. ‘’Syukur Alhamdullah, Nawardi kemarin (Kamis)  malam sudah kami amankan, dan saat ini sudah dilakukan penahanan,’’ singkat Kapolresta kepada awak media, kemarin (30/10).
9 Jam Disumpah Langsung Praktik
Selama pemeriksaan, Nawardi didampingi tim pengacara dari Posbakum Peradi Malang Raya, secara prodeo (gratis). ‘’Kami mendampingi agar tersangka memperoleh hak hukumnya secara adil, terlepas apapun kesalahan tersangka,’’ ujar Iwan Kuswardi SH, Ketua tim penasehat hukum Nawardi.
Posbakum Peradi Malang Raya sudah menyiapkan tim advokat yang akan mendampingi Nawardi di setiap tingkatan pemeriksaan. Ada 49 advokat menyatakan siap membela Nawardi. Mereka adalah pengacara Peradi Malang Raya yang baru disumpah di PT (Pengadilan Tinggi) Jatim. Kamis (30/10) siang. ‘’Baru 9 jam disumpah di PT Jatim, 49 advokat baru Peradi Malang Raya sudah menyatakan siap mendampingi Nawardi secara prodeo,’’ tandas Iwan.
 Ke-49 advokat tersebut merupakan bagian dari 125 advokat Peradi asal DPC Malang dan DPC Surabaya yang bernaung dibawah kepemimpinan DPN Peradi versi Juniver Girsang. Pelaksanaan penyumpahan oleh PT Jawa Timur secara defacto maupun dejure, menurut Iwan, menunjukkan bahwa pemerintah melalui lembaga Yudikatif  (PT Jawa Timur) telah mengakui legalitas Peradi versi Juniver Girsang.
 ‘’Hanya Peradi versi Juniver Girsang yang telah melakukan penyumpahan di PT. Sementara Peradi versi lain masih sebatas wacana. Artinya Peradi versi Juniver-lah yang diakui legalitasnya,’’cetus Iwan.
Meski demikian, Iwan menyatakan siap merangkul dua kubu Peradi lainnya agar terjadi univikasi Peradi.
‘’Saya siap memulai membangun komunikasi dengan DPC Peradi versi lainnya, agar advokat Peradi di Malang raya ini menjadi solid,’’ pungkas Iwan yang juga Ketua DPC Peradi Malang Raya (versi Juniver Girsang).(ira/lyo/ary)