Tuntun Motor Curian, Dihajar Massa

MALANG – Satu lagi pelaku pencurian motor bonyok dihajar massa. Yakni Agus Setiawan, 25 tahun, Warga Dusun  Kudu RT 06 RW 05 Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Agus menjadi bulan-bulanan warga Jalang  Candi Panggung Barat Kelurahan Mojolangu, Kecamatan  Lowokwaru,  Kota Malang, Kamis (29/10) malam lalu setelah kepergok mencuri motor Yamaha Vixion nopol N 5231 AAP.
Beruntung saat itu petugas Polsekta Lowokwaru yang mendapat informasi terkait dengan peritiwa ini cepat datang. Sehingga Agus yang kondisinya babak belur pun cepat diamankan. “Selain motor Yamaha Vixion milik korban atas nama Alamsyah AH, 19 tahun, warga Jalan Kembang Kertas 14 RT 04 RW 09 Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang hendak dicuri, dari tangan tersangka  kami juga mengamankan barang bukti kunci T dengan empat anak kunci,’’ terang Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Supriyono.
Kapolsekta juga mengatakan jika hingga kemarin pihaknya masih melakukan pengembangan. Itu karena satu pelaku lain berinisial MK masih kabur.
Amuk massa ini sendiri berawal saat Alamsyah memarkir motornya di depan Toko Bos Laptop Jalan Candi Panggung Barat. Setelah mengunci kemudi motor, tanpa rasa kawatir Alamsyah masuk ke toko.
Kondisi tempat parkir yang sepi inilah kemudian dimanfaatkan Agus untuk melakukan aksinya. Saat itu Agus yang berboncengan dengan MK, turun dari motor. Menggunakan kunci T yang dibawanya, Agus langsung melakukan aksi pencurian. Semula aksinya cukup sukses. Kunci berhasil dirusak, dan motor langsung bisa dituntun menjauhi TKP.
Sementara Alamsyah, setelah urusannya di dalam toko selesai dia kemudian keluar. Saat itu dia tidak melihat motornya di tempat parkir. Alamsyah pun kaget. Dia langsung mencari sekeliling. Saat itulah Alamsyah melihat pelaku sedang menuntun motor.
Tanpa pikir panjang, sambil menuding pelaku Alamsyah langsung berteriak maling. Teriakan korban direspon warga dengan baik. Terbukti warga langsung berdatangan. Selanjutnya beramai-ramai menghajar Agus hingga pria ini babak belur. Bahkan, beberapa warga sempat mengancam akan membakar korban. Beruntung ancaman itu urung dilakukan, karena polisi keburu datang. (ira/feb)