Janji Bekerja di Salon, Dijual ke Karaoke

Tersangka Wiwik Husnul Arita alias Husnul Arita, ketika dimintai keterangan di Polsek Gondanglegi.

Warga Gondanglegi Korban Trafficking
MALANG - Pelaku perdagangan manusia kembali diamankan polisi. Akhir pekan lalu, Polsek Gondanglegi menangkap seorang pelaku trafficking. Tersangkanya Wiwik Husnul Arita alias Husnul Arita, warga Dusun Krajan, Desa Urek-urek, Gondanglegi.
Wanita berusia 19 tahun tersebut, diringkus di rumahnya setelah mendapat kabar kepulangannya.
Wiwik diketahui telah mempekerjakan tujuh orang wanita sebagai pekerja di tempat karaoke plus-plus di Pangkalan Bun, Kalimantan. Semua korbannya berusia di bawah umur. Dua korban diantaranya masing-masing berinisial L, 16 tahun, warga Desa Putat Lor dan S, 17 tahun, warga Desa Putat Kidul, Gondanglegi.
"Dari tujuh orang korbannya, baru dua orang korban saja yang sudah berhasil kami pulangkan. Sedangkan lima korban lainnya, masih belum bisa dipulangkan karena berbeda tempat kerja dengan dua korban," ujar Kapolsek Gondanglegi, Kompol Budi Harianto.
Menurutnya, pengungkapan kasus perdagangan manusia ini, berawal dari laporan salah satu keluarga korban. Mereka melaporkan kalau selama empat bulan ini, anaknya tidak ada kabar sejak pergi bersama dengan tersangka Wiwik. Keluarga mengetahui kalau anaknya diajak bekerja di salon kecantikan di Surabaya.
Berangkat dari laporan tersebut, polisi yang curiga adanya perdagangan manusia lantas melakukan penyelidikan. Beberapa hari diselidiki, akhirnya terkuak bahwa kedua korban dipekerjakan di sebuah tempat karaoke plus-plus di Pangkalan Bun, Kalimantan.
Setelah dipastikan bahwa korban dipekerjakan di tempat karaoke, akhirnya polisi bekerjasama dengan petugas di Kalimantan untuk memulangkan kedua korban beserta dengan tersangkanya. Begitu tersangka sudah berada di rumahnya, polisi langsung menangkapnya.
"Kedua korban tersebut, awalnya dijanjikan bekerja di salon Surabaya. Namun oleh tersangka diajak bekerja di tempat karaoke plus-plus di Kalimantan. Mereka berangkat pada bulan Juli lalu. Dan sekarang ini, kami masih berusaha untuk memulangkan kelima korban lainnya. Karena menurut pengakuan tersangka, ada tujuh anak yang sudah diajak bekerja di Kalimantan," jelas Budi, sembari mengatakan bahwa kasus trafficking dilimpahkan ke Polres Malang.
Sementara itu, akibat perbuatannya tersebut tersangka Wiwik terancam dengan pasal 83 jo pasal 76 P, Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.(agp/feb)