BNN Bongkar Mafia Narkoba LP Lowokwaru

MALANG POST – Sindikat peredaran narkoba dari balik Lembaga Pemasyarakat (LP) Lowokwaru Malang, berhasil dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) Jatim. Bersamaan itu pula, BNN juga membongkar jaringan sindikat yang sama di LP Madiun dan Pamekasan.
Dari aksinya ini, kinerja BNN Jatim layak diacungi jempol. Karena dari LP Lowokwaru, Madiun dan Pamekasan mereka berhasil mengamankan 2,730 kg sabu-sabu. Tidak itu saja, BNN juga merampas 22,54 kg ganja serta 3.400 butir ekstasi.
‘’Barang bukti itu kita dapatkan dari sembilan orang tersangka. Dari semua barang bukti itu nilainya mencapai Rp 6 miliar lebih,’’ kata Brigjen Pol Sukirman, Kepala BNN Jatim saat gelar perkara di kantornya, Senin siang.
Sukirman, perwira dengan satu bintang di pundak ini, tidak merinci hasil dari masing-masing LP. Baik dari LP Lowokwaru Malang, Madiun atau Pamekasan. Hanya saja, untuk membongkar jaringan narkoba ini bukanlah pekerjaan gampang.
Menurut dia, hasil yang dicapai ini masih terus dikembangkan. Diantaranya BNN Jatim akan terus mengejar para pengedar dan Bandar narkoba sebagai upaya beredarnya narkoba di wilayah Jatim.
Hal lainnya, lanjut dia, untuk menangkap para sindikat ini bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, dengan segala caranya mereka berusaha mengelabui petugas dan bahkan menyiapkan bondet yang siap diledakkan.
‘’Mereka (tersangka) sampai membentengi diri dengan CCTV. Bahkan, membawa lima bondet untuk menghindari aparat. Namun kami akhirnya dapat menyita sejumlah narkoba yang mampu menyelamatkan 12.000 generasi muda itu,’’ kata Sukirman didampingi AKBP Bagijo hadi Kurnijanto, Kabid Pemberantasan BNN Jatim.
Dari data yang dihimpun Malang Post menyebutkan, sembilan tersangka itu antara lain kurir Rudianto dan Zaenal membawa 180,18 gram sabu-sabu. Kemudian kurir Mat Seli memiliki 2.050 gram sabu-sabu dan 3.400 butir ekstasi.
Lalu Razali bin Yusuf seorang kurir sabu-sabu dengan jalur pengiriman Aceh, Jakarta, dan Malang menggunakan pesawat udara membawa 0,5 kg sabu-sabu. Lalu Nurul Santoso bin Djamroji alias Bunder seorang kurir dari Razali Malang disita 500 gram sabu-sabu.
‘’Terakhir kelompok Nova yang meliputi Nova dan tiga rekannya dengan narkotika dari Jakarta dan Aceh. Nova sendiri merupakan PNS Pemkab Magetan yang mencoreng citra birokrasi,’’ paparnya.
Dari kelompok Nova ini berhasil diamankan juga tersangka Nova Anca Yudi Burnia alias Nova bersama Nico Dimas Irwan membawa dua kardus ganja berisi 22.540 gram. Juga Ika Rahmawati yang bertugas menerima satu kardus ganja berisi 15 bal seberat 14.030 gram. Dibantu Edi Suwono alias Yanto yang menerima satu kardus ganja berisi 9 bal seberat 8.510 gram.
‘’Jika di total semuanya ada 2,730 kilogram sabu-sabu, 22,540 kilogram ganja, dan 3.400 butir ekstasi. Karena itu kami berharap pihak Lapas melakukan langkah agar tidak sampai terulang,’’ harap Sukirman.
 Terungkapnya tiga lapas yang menjadi tempat para sindikat narkotik itu bermula saat BNN menangkap tersangka Rudianto yang sedang transaksi di SPBU Jalan Jemursari, Surabaya, pada 16 Oktober 2015 pukul 20.00 WIB.
Dari sana, penyidik mengembangkan pemeriksaan ke Perum Griya Amerta Permata, Candi, Sidoarjo, yang berada dua blok dari pom bensin tersebut, pada 23 Oktober 2015 pukul 13.30 WIB.
"Akhirnya dikembangkan pada dua lokasi di Malang yakni di Jalan Abdurrahman Saleh pada 25 Oktober 2015 pukul 12.00 WIB dan di Jalan Raya Kepanjen pada 26 Oktober 2015 pukul 16.30 WIB," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar sampai Rp10 miliar.(has/ary)