Arisan bodong

MALANG – Peserta arisan mobil online bodong yang diduga dilakuan PT Khubah Dunia Sukses (KDS) beralamatkan di Perumahan Permata Jingga, Kota Malang, tidak hanya orang Malang atau Surabaya saja. Tapi dari seluruh Indonesia. Namun begitu, tidak semua peserta mau melapor ke polisi, sebaliknya banyak diantarannya yang memilih diam, Farhan sugiarto, 40 tahun salah satunya. Warga Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini memilih diam, dan menunggu.
‘’Saya bukan korban, dan saya enggan menyebut diri saya korban. Karena memang saat ini masih ada aset pribadi milik salah satu direktur PT KDS yang ada pada kami dan bisa dikembangkan,’’ katanya.
Perlu diketahui, puluhan warga Senin (26/10) lalu mendatangi Polda Jatim. Kepada petugas, mereka melaporkan PT KDS yang diduga telah melakukan penipuan dengan modus arisan mobil bodong, hingga para korban mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Kasus ini pun langsung di proses oleh petugas. Bahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan terkait dengan perkara penipuan tersebut.

Hans begitu pria ini akrab dipanggil mengatakan jika tidak semua peserta mau melapor ke polisi. Sekalipun PT KDS hingga saat ini juga belum membayar. “Suasana di Kota Malang sangat kondusif. Peserta enggan gembar-gembor, ttu karena peserta arisan mobil ini telah membuat kesepakatan untuk tidak melaporkan hal ini ke polisi. Sebaliknya, bersama-sama mengembangkan aset milik salah satu direktur PT KDS yang sudah dikuasai warga,’’ katanya. Bahkan jika perkara penipuan ini dilimpahkan ke Polres Malang Kota, Hans dan peserta arisan mobil di Kota Malang tetap enggan melapor.
Pria berkacamata minus inipun menjelaskan saat ini ada tiga aset yang di kuasai peserta. Yaitu tanah seluas 600 meter persegi di Jalan KH Malik Dalam, tanah seluas 1.2 hektare di Jombang, dan sebuah rumah kecil. Tiga aset tersebut rencananya akan dikembangkan peserta, dimana perolehan pengembangan tersebut sedikit demi sedikit dibayarkan kepada warga.
“Kesepatan itu dibuat di hadapan seorang notaries berkantor di Perum Sawojajar II. Tapi tidak tahu, ada yang ingkar, kemudian melapor ke Polda,’’ kata Hans.
Terkait dengan arisan mobil online ini sendiri Hans menerangkan kegiatan arisan ini ada sejak sekitar 2014 lalu. Peserta yang mendaftar umumnya tahu dari mulut ke mulut. Peserta yang daftar tidak melulu harus datang ke kantor PT KDS, tapi bisa mendaftar melalui website PT KDS.
Peserta tertarik dan ikut menjadi peserta karena PT KDS, karena pengelola arisan online itu menawarkan tiga jenis mobil. Yaitu, Ford Fiesta, Toyota Yaris, dan Honda Jazz.
“Saat mendaftar kita menyetorkan DP, setiap bulannya kita menyetorkan uang. Yang pasti, setiap bulan ada pengundian dan ada peserta yang menang membawa mobil atau motor,’’ kata Hans, yang mengatakan untuk jumlah DP nya diserahkan kepada peserta ada yang Rp 5 juta atau Rp 10 juta. Yang pasti, dari DP dan uang setiap bulan yang disetor jumlahnya Rp 70 juta, dan para peserta ini bisa membawa pulang mobil dan motor.
“Saya sendiri tertarik karena ada teman yang mengajak. Dan saya percaya,’’ kata Hans yang mengaku jika lancar dirinya akan mendapatkan mobil Honda Jazz.
Tapi dalam perjalanan, direktur PT KDS ikut bisnis online lain. Akibatnya, arisan ini macet, dan sejak Agustus lalu tidak lagi beroperasi. “Kalau rincian simple nya begitu. Dari sekian peserta ini terkumpul uang Rp 26 M. Uang dari peserta ini berhasil dikembangkan menjadi Rp 44 M. Namun begitu, dalam perjalanan bisnisnya, direktur memasukkan uang Rp 15 M ke bisnis lain. Bisnis itu macet, itu yang kemudian arisan ini kelimpungan,’’ kata Hans.
Hans sendiri juga tidak mengelak, jika PT Khubah Dunia Sukses menjaring peserta dengan, modus dilakukan perusahaan itu dengan menggelar arisan mobil online, melalui situs jejaring sosial Facebook dan komunitas bisnis online.
“Kalau di Malang ini jumlah pesertanya ratusan. Kita masih menunggu lah.  Yang jelas kami tidak mau menyebut sebagai korban,’’ tandas Hans.
Sementara itu, kantor PT Khubah Dunia Sukses di Perumahan Permata Jingga kemarin terlihat lengang. Ada beberapa karyawan masih terlihat keluar masuk. Namun begitu, saat wartawan datang, tidak satupun karyawan di kantor ini berkomentar. “Kami tidak bisa memberikan keterangan. Keterangan menunggu dari direktur ya,’’ kata salah satu karyawan.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Harianto Rantesalu mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus penipuan arisan online ini. Namun begitu, dia mengatakan siap menangani jika Polda melimpahkan kasus ini ke Polres Malang Kota. “Sampai saat ini belum ada pelimpahan. Ya ditunggu saja,’’ tandasnya.(ira)