Polres Pantau Kantor PT KDS

MALANG – Polres Malang Kota belum menerima berkas perkara penipuan dengan modus arisan mobil online bodong, hingga sore kemarin.  Di Surabaya, sudah ada aduan dengan terlapor PT Khubah Dunia Sukses (KDS). Pihak Polres Malang Kota siap menangani perkara tersebut, jika Polda Jatim yang menangani perkara ini melimpahkan kasusnya ke Polres Malang.
“Belum ada, sampai saat ini kami belum menerima pelimpahan perkaranya,’’ kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata kemarin.
Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini mengaku sempat mendapatkan informasi terkait dengan laporan penipuan tersebut. Bahkan, dia juga sempat mendengar jika Polda hendak melimpahkan perkara penipuan ini ke Polres Malang Kota. Tapi begitu, pihak Polres Malang Kota sendiri belum melakukan apapun, lantaran berkas perkara tersebut belum ada.
“Mau mengerjakan apa, berkasnya saja belum ada,’’ katanya.
Tapi begitu, bapak dua ini memastikan siap melakukan penyidikan perkara tersebut, jika memang Polda Jatim melimpahkannya. Bahkan, Kapolres juga mengatakan siap melakukan back up pengamanan jika ada pergolakan warga.
“Kantornya di Malang, kami akan meminta anggota melakukan patroli di kantor yang dilaporkan,’’ katanya. Tapi sejauh ini, Kapolres mengatakan, kondisi di wilayah kantor KDS masih adem ayem, dan tidak ada pergolakan apapun.
Sementara itu, Farhan Sugianto, 40 tahun, salah satu peserta arisan mobil PT KDS hingga kemarin tetap ngotot tidak ingin melapor ke polisi. Bukan karena dirinya tidak dirugikan, tapi Farhan mengaku dirinya sudah sepakat tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Kalau kemarin bertanya jumlah peserta di Malang berada, ada ratusan. Tapi kami sepakat tidak membawa kasus ini ke rana hukum,’’ ujarnya.
Hans sapaan akrabnya, dipanggil setelah Agustus, atau PT KDS tidak lagi beroperasi, para korban ini sebetulnya sudah sepakat untuk membentuk perwakilan. Ada empat perwakilan yang ditunjuk peserta arisan. Yaitu Hans dan Dewi ditunjuk peserta sebagai perwakilan Malang, Entras perwakilan Surabaya, dan Asmaul Perwakilan untuk wilayah Jakarata. Tugas perwakilan ini untuk mendapatkan informasi, sekaligus advokasi.
Sejak perwakilan ini dibentuk, semuanya bekerja. Hingga kemudian, ada aset direktur yang berhasil diamankan oleh peserta. Hans sendiri mengaku, jika tiga aset milik direktur tersebut tidak mencukupi untuk membayar uang para peserta. Tapi begitu, dengan teknik pengembangan, uang milik nasabah sedikit demi sedikit dapat terbayarnya.
“Kesepakatan awalnya demikian, tapi entahlah, kok dari perwakilan Surabaya mendadak menyalahi kesepakatan,’’ katanya. Hans dan peserta lainnya pun tidak bisa berbuat banyak, selain hanya melihat saja. Tapi begitu, sebagai perwakilan di Malang, Hans tetap berusaha untuk membuat kondisi nasabah tidak bergejolak.
“Di grup WA, maupun FB semuanya masih sama seperti yang kemarin. Tidak ada gejolak. Kami berharap kondisi nasabah tidak terpancing, dan tetap pada alur yang sudah ditetapkan,’’ urainya.
Sebelumnyanya diberikatan, Senin (26/10) lalu puluhan warga mendatangi Polda Jatim. Kepada petugas, mereka melaporkan PT KDS yang diduga telah melakukan penipuan dengan modus arisan mobil bodong, hingga para korban mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Kasus ini pun langsung di proses oleh petugas. Bahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan terkait dengan perkara penipuan tersebut.(ira/ary)