Pemilik Petasan ‘’Maut’’ di Bumiayu dijemput di pasar Blimbing

MALANG – Anggota Polres Malang Kota kemarin mengamankan Bambang Effendi, 28 tahun,. Bambang diamankan petugas  karena diduga salah satu pemilik petasan ‘’maut’’ yang meledak dan menewaskan empat orang, di Jalan Kyai Parseh Jaya Gg Cemondelan RT06 RW05, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Minggu (25/10) malam lalu.
Dengan diamankannya Bambang, maka petugas sudah mengamankan dua pelaku dalam kasus ini. Sebelumnya, petugas telah mengamankan Nawardi, 40 tahun  diduga sebagai pemilik petasan sekaligus pemilik rumah yang hancur.
Diamankannya Bambang oleh petugas, setelah pria ini menyerahkan diri. Kemarin, Bambang warga Jalan Kyai Parseh Jaya ini diantar oleh penasihat hukumnya yaitu Setyo Edi.  Hingga berita ini diturunkan, Bambang sendiri masih dimintai keterangan oleh petugas.
 “Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa. Kami belum menetapkannya sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan ini dia dimintai keterangan sebagai saksi,’’ kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata kemarin.
Ditambahkan, hal ini memang  berbeda dengan Nawardi. Dia langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas, dan langsung ditahan, usai pemeriksaan dilakukan. Singgamata memaparkan bahwa nama Bambang sendiri diperoleh petugas dari keterangan para saksi, dan keterangan dari Nawardi. Bahwa, pria yang kesehariannya bekerja membuat kue ini salah satu orang yang berinisiatif untuk menyulut petasan saat gelaran pengajian di kampungnya. Bahkan, Bambang juga, ikut patungan membeli bahan-bahan petasan.
‘’Dari keterangan saksi dan tersangka Nawardi  keterlibatan Bambang cukup jelas dalam hal membeli petasan. Tapi saat ini kami masih mendalami perannya,’’ tambah perwira dengan dua melati di pundak ini.
Untuk itu,Singgamata  juga mengatakan sangat mengapresiasi langkah Bambang yang kooperatif menyerahkan diri. Bahkan, Kapolres juga menjanjikan membantu Bambang dengan mempercepat penyidikan perkara ini.
Penasehat hukum Bambang, Setyo Edi SH siang kemarin juga mengatakan hal yang sama. Dia belum tahu peran Bambang dalam kasus ini. “Beberapa waktu lalu ada surat panggilan datang jika klien kami terlibat dalam perkara petasan yang meledak. Tapi apa perannya saya menunggu hasil pemeriksaan,’’ kata Edi.
Bambang sendiri menyerahkan diri, lantaran tidak ingin terbebani dengan kasus ini. “Saat mendengar namanya dicari polisi, klien kami langsung berinisiatif untuk menyerahkan diri. Tapi karena dia berpindah-pindah, tadi Bambang kami jemput di Pasar Blimbing,’’ katanya.
Seperti diberitakan Malang Post, petasan di Jalan Kyai Parseh Jaya Gg Cemondelan meledak. Meledaknya petasan tidak hanya menghancurkan dua rumah, dan merusak limba bangunan rumah milik warga lainnya. Tapi meledaknya petasan ini juga mengakibatkan empat nyawa melayang. Kasus ini ditangani anggota Polres Malang Kota.(ira/nug)