Baru Ditebang, Tebu Hasil Panen Dicuri

MALANG – Desakan ekonomi seringkali membuat gelap mata. Seperti yang dilakukan Adi Pramono, 28 tahun. Warga Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum ini, nekat mencuri tebu milik Riyanto, 57 tahun, warga Desa Slorok, Kecamatan Kromengan.
Adi ditangkap tangan petugas di Jalan Raya Desa Ngadirejo, Kromengan, awal pekan kemarin. Saat itu, ia sedang menaikkan tebu yang sudah dipanen oleh korban ke dalam bak truk. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan satu unit truk yang sudah berisi tebu setengah bak truk.
“Tebu yang dicuri tersebut, adalah tebu yang sudah dipanen oleh pemiliknya. Sedianya, Senin pagi oleh korban tebu yang dipanen akan diangkut. Namun belum sempat diangkut, oleh tersangka malah dicuri,” ujar Kapolsek Kromengan, AKP Octa Panjaitan kepada Malang Post, kemarin.
Menurut perwira dengan pangkat balok tiga ini, penangkapan tersangka Adi berawal saat polisi sedang melakukan patroli di sekitar Jalan Raya Desa Ngadirejo, Kromengan. Ketika melintas, petugas mendapati tersangka sedang menaikkan tebu yang sudah dipanen ke dalam bak truk di tempat gelap.
Karena mencurigakan dan tidak lazimnya, tebu diangkut malam hari, petugas lalu berhenti untuk menemui tersangka. Saat ditanya, tersangka mengatakan mengangkut tebu bersama dengan temannya berinisial HR. Namun ketika dicek, ternyata orang yang disebut tidak ada.
Bahkan, ketika ditanya tebu milik siapa yang diangkut, tersangka juga tidak mengenalnya. Karena yakin bahwa Adi mencuri, petugas lalu menggelandangnya ke Mapolsek Kromengan. Saat diperiksa, awalnya tersangka mengelak tuduhan mencuri. Namun begitu ditemukan dengan pemilik tebu, tersangka baru mengakuinya.
“Saya memang mencurinya. Tebu tersebut sedianya akan saya jual kepada seorang pengepul tebu di Pepen, Pakisaji. Saya baru kali pertama ini mencuri, karena terdesak kebutuhan ekonomi,” terang tersangka Adi, yang mengaku sebagai sopir truk materialan ini.(agp/aim)