Bejat, Pelajar Setubuhi Pacar di Depan Teman-Temannya

MALANG – Upaya penekanan kasus asusila di Kabupaten Malang, masih belum berhasil. Faktanya, perbuatan layaknya suami istri tersebut, masih sering terjadi. Selasa lalu, dalam sehari Polres Malang menerima dua laporan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Kejadian pertama dilaporkan oleh keluarga Bunga (nama samara), 15 tahun, warga Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Mereka melaporkan, FBF, 16 tahun, pemuda asal Perumahan Vila Bukit Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
FBF dilaporkan telah menyetubuhi Bunga, sebanyak dua kali di dalam kamar rumahnya. Persetubuhan tersebut, terjadi pada 27 September 2015 lalu. Ceritanya siang itu, korban yang sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya, dijemput oleh teman-temannya untuk diajak ke rumah FBF, yang merupakan kekasihnya.
Karena kenal, korban tidak menolaknya. Sampai di rumah FBF, korban dan teman-temannya diterima oleh orangtua FBF dan mengatakan kalau pelaku sedang tidur di kamarnya. Selanjutnya, bersama dengan teman-temannya korban mendatangi kamar FBF.
Di dalam kamar tersebut, setelah berbincang sekitar sejam, FBF lalu mengajak korban untuk melakukan hubungan intim. Permintaan tersebut, sempat ditolak karena ada teman-temannya. Namun karena terus dibujuk, akhirnya korban mau melakukan hubungan itu dihadapan teman-temannya.
Perbuatan bejat tersebut dilakukan dua kali. Setelah selesai, korban diantarkan pulang ke rumahnya. Terbongkarnya perbuatan bejat, dari korban yang sering mengeluhkan sakit. Setelah didesak oleh orangtuanya, akhirnya korban mengaku. Karena tidak terima, keluarganya lantas melaporkannya ke Polres Malang.
“Kami sudah meminta korban untuk dilakukan visum untuk memperkuat laporannya,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani
Laporan asusila kedua, dilaporkan oleh orangtua Mawar (nama samaran), 15 tahun, warga Dusun/Desa Jubel, Kecamatan Bantur. Keluarga Mawar melaporkan, HN, 16 tahun, tetangganya sendiri. Dalam laporannya, keluarga mengatakan kalau HN telah menyetubuhi Mawar pada 1 November lalu.
Kisahnya, dini hari itu korban yang sedang berada di rumah dihubungi oleh HN untuk keluar rumah. Alasannya untuk bertemu sebentar. Setelah bertemu, HN lalu mengajak korban naik motor menuju ke sebuah ladang kosong tak jauh dari rumah korban.
Di tempat yang sepi dan gelap tersebut, HN membungkam mulut Mawar yang kemudian mengajaknya bersetubuh. Setelah melakukan persetubuhan, HN lalu mengajak Mawar ke rumah temannya yang ternyata adalah saudara Mawar.
Sampai di rumah saksi (teman HN), saksi yang mengetahui Mawar bersama dengan HN, lalu menghubungi orangtua Mawar. Selanjutnta ketika ditanya, Mawar menceritakan apa yang terjadi. Lantaran tidak terima, keluarga Mawar lalu melaporkannya ke Polres Malang.
“Untuk laporan kedua korban tersebut sudah diterima. Kedua korban juga sudah dimintakan visum untuk memperkuat laporannya. Saat ini, perkaranya masih diselidiki oleh petugas UPPA Polres Malang,” terang AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani.(agp/aim)