Sopir Travel Diringkus di Depan Stasiun Kotabaru

MALANG – Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil berhasil diungkap anggota Polres Malang Kota, dengan menangkap salah satu pelakunya. Yakni Dimas Putra Fajar, 32 tahun, warga Wonokromo, Surabaya. Pria yang indekos di wilayah Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini  diringkus petugas  pada Selasa (3/11) lalu, di depan stasiun Kota Baru. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti laptop, modem, hardisk serta tas.
“Barang bukti yang diamankan tersebut merupakan hasil curian tersangka yang belum sempat terjual,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat merilis kasus ini kepada wartawan kemarin.
Dipaparkan  bahwa  aksi pencurian dilakukan tersangka  pada Minggu (11/10) lalu. Saat itu tersangka yang bekerja sebagai sopir travel jurusan Malang-Surabaya baru saja jalan-jalan dan berniat kembali ke tempat kosnya. Saat melintas di parkiran Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Brawijaya, Dimas melihat mobil Kijang parkir.
Saat itulah muncul niat Dimas untuk mencuri. Terlebih, saat itu dia juga melihat dalam mobil tersebut terdapat tas.  Tidak jauh dari TKP, Dimas  juga menemukan besi sepanjang 15 centimeter. Besi tersebut langsung diambil, dan digunakan Dimas memecahkan kaca mobil belakang sebelah kanan.
Begitu kaca mobil pecah, Dimas langsung membawa kabur tas berisi laptop, modem, hardisk ekternal yang menjadi incarannya. “Tersangka langsung pulang ke tempat kosnya. Dia meletakkan tas tersebut di kamarnya,’’ kata Nunung.
Lalu bagaimana kasus ini terungkap? Berawal dari laporan korban ke Polres Malang Kota. Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti petugas dengan datang ke TKP. Beberapa saksi pun langsung dimintai keterangan setelah kejadian tersebut. Bukan itu saja, petugas juga langsung mengamankan rekaman CCTV yang ada di TKP.
“Dari hasil penyelidikan, keterangan saksi dan rekaman CCTV inilah, identitas tersangka diketahui,’’ kata Nunung. Petugas pun langsung memburu Dimas. Tapi begitu, bapak dua anak ini cukup licin. Dia selalu berhasil kabur, saat petugas berusaha melakukan penangkapan.
Hingga akhirnya Selasa (3/11) lalu. Petugas yang mendapat informasi keberadaan tersangka langsung datang ke Stasiun Kota Baru. Saat itu juga Dimas ditangkap. “Saat ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan. Dia langsung menyerah,’’ kata perwira dengan tiga balok di pundak ini.
Sementara itu, aksi kriminal bukan kali pertama dilakukan Dimas. Petugas yang melakukan pengembangan juga menemukan kunci T di rumah Dimas. Dan kunci T tersebut diakui Dimas pernah digunakan untuk melakukan pencurian motor di wilayah Kedungkandang beberapa waktu lalu. “Tersangka juga residivis. Dia pernah ditahan kasus jambret di Surabaya,’’ kata Nunung. Dalam perkara ini, Dimas dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(ira/nug)