Bambang Cokot Nama Mat Bisri

Diduga Sebagai Aktor Pembuatan Petasan
MALANG – Bambang Effendi, 28 tahun, warga Jalan Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mulai buka suara terkait  pelaku utama petasan yang meledak Minggu (25/10) malam lalu dan menewaskan empat orang tersebut. Dia mencikot nama Mat Bisri, sebagai aktor utamanya.
Kepada tim penyidik, dia menyebutkan, Mat Bisri inilah yang menyuruh Bambang dan Yanto mengumpulkan uang dari warga untuk membeli petasan. Bahkan, Mat Bisri pula yang menyuruh Nawardi, Yulianto, Sugianto dan Samsul membuat petasan. Melalui penasihat hukumnya Setyo Edi SH meminta penyidik Polres Malang Kota untuk menangkap Mat Bisri.
 “Klien kami mengaku jika dia disuruh Mat Bisri mengumpulkan uang dari warga. Dia berjalan dengan Yanto,’’ kata Edi.
 Sekalipun tidak diketahui jelas siapa, namun Edi memastikan jika  Mat Bisri merupakan orang yang berpengaruh.  Edi mengatakan, sejak menyerahkan diri Selasa (3/11) lalu, Bambang sangat kooperatif. Dia tidak menyembunyikan informasi apapun, dan menjawab sesuai dengan pengetahuannya. “Kondisi klien kami cukup baik. Dia kooperatif, saat menjawab keterangan dari penyidik,’’ tambah Edi.
Dia juga memaparkan, saat ada pengumuman pengajian Riyadlul Janah ditempatkan di Jalan Parseh Jaya, Mat Bisri inilah yang kemudian berinisiatif untuk membuat petasan. Petasan itu sedianya sebagai simbol kemeriahan. Inisiatif ini kemudian diutarakan kepada Nawardi, Yulianto, Samsul, Bambang dan Sugiyanto.
 “Klien kami menyebut hampir semua warga di kampung menyumbang uang. Besarannya tidak sama, ada yang Rp 20 ribu ada juga yang Rp 300 ribu,’’ tambah Edi yang mengaku selalu mendampingi saat Bambang menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.
Uang iuran dari warga ini terkumpul Rp 2,7 juta. Uang itu kemudian diserahkan kepada Mat Bisri. Dan Mat Bisri juga yang berperan membeli bahan-bahan petasan. “Baik pak Nawardi maupun Bambang keduanya sama-sama tidak tahu menahu berapa jumlah bahan petasan dan dimana bahan petasan tersebut dibeli. Karena setelah uang itu diserahkan klien saya sudah tidak tahu lagi kelanjutannya,’’ tambah Edi. .
Terpisah Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Harianto Rantesalu mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyidikan. Kedua tersangka yaitu Nawardi dan Bambang masih menjalani pemeriksaan.
Disinggung dengan nama Mat Bisri selaku actor utama dalam perkara ini, Harianto mengaku belum tahu. Tapi begitu, pihaknya tidak akan tinggal diam jika memang ada pelaku lain dalam kasus ini. “Kalau memang keterlibatannya ada, kita akan melakukan pengejaran,’’ tandasnya.(ira/aim)