Gembong Mama Minta Pulsa Ternyata Pria Sulawesi

Dicokok Reserse, Harta Mewahnya Diamankan
SULAWESI-Anggota reserse unit Kejahatan dan Anti Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil mengamankan Efendi alias Lekeng alias Kenz (35 tahun), pelaku penipuan via layanan pesan singkat (SMS).
Effendi dibekuk bersama istrinya Herawati di Jalan Trans Sulawesi, Malili, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11) lalu.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, menjelaskan, pelaku bersama istrinya dibekuk saat mengendarai mobil Avanza dengan Nomor kendaraan DD 8212 XY.
"Peristiwa pengejaran ini terjadi pada pukul 11.00 WIT. Dia adalah bos atau dalang penipuan SMS tersebut," kata pria yang akrab disapa Herrimen itu, Kamis (5/11).
Lebih jauh, barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku antara lain, mobil Honda CRV D 1156 KQ, Avanza Veloz putih DD 8312 XY ( F 1547 WU ), motor Ninja 250 hitam DD, dan motor Mio putih  DP 2331 CF.
"Selain itu KTP palsu atas nama Heri Gunawan, SIM A dan C  atas nama Efendi dan Herawati yang diterbitkan di Samsat Polres Sidrap, ATM BRI atas nama Herawati dan Danamon atas nama Heri Gunawan dan rumah yang baru dibangun dengan luas tanah kurang lebih 600 meter beserta isi furnitur rumah," bebernya.
Tersangka berhasil ditangkap aparat kepolisia di Lapai, Kabupaten Kolaka Utara, Rabu siang 4 November. Penangkapan bos penipuan lewat sms ini dilakukan aparat kepolisiam dari tim gabungan Polda Metro Jaya, Polda Sulsel, dan Sultra bersama Polres Luwu Timur.
Kapolsek Wotu Luwu Timur, AKP Jamal mengatakan, bos penipuan SMS ''papa minta pulsa ini merupakan orang Sidrap. ''Saya tidak tahu alamat lengkapnya di Sidrap dan istrinya orang Belawa,''kata Jamal kepada FAJAR, (grup Malang Post) Kamis malam 5 November. Pemburuan terhadap Efendi dilakukan dari Jakarta oleh tim Polda Metro Jaya. Dia diketahui sebagai bos penipuan ini setelah anggotanya yang berada di Bandung, Cipanas Puncak, Bogor ditangkap polisi. Daerah ini merupakan wilayah kerja kelompok yang berangotakan 15 orang. Anggota kelompok ini yang berhasil ditangkap polisi membeberkan dan menyebut nama Efendi. Posisi Efendi sebagai pemberi modal kepada 12 anggotanya. Kemudian, menjadi pengendali terhadap aksi penipuan tersebut.
Setelah terdesak di Jakarta, dia langsung melarikan diri ke Makassar dan menuju Sudrap. ''Dia berada di Sidrap bersama anggotanya selama tiga hari. Mereka diintai anggota Polda Metro Jaya,''ungkap Jamal.
Perwira tiga balok kuning dipundak ini menyebut merasa tidak aman di Sidrap. Pada Rabu pagi, mereka bergerak meninggalkan Sidrap menuju ke Sulawesi Tenggara melalui jalur Trans Sulawesi. Pelarian mereka terus dipantau Tim Polda Metro Jaya. Saat berada di Lakawali Luwu Timur, tim Polda Metro Jaya menginformasikan keberadaan buruan ke Polsek Wotu. Anggota Polsek Wotu langsung turun melakukan pengecekan ternyata tidak ditemukan. Ternyata mereka sudah berada di Lapai Sultra. Efendi ditangkap pada siang hari di Lapai dan langsung dibawa ke Wotu. ''Saya minta supaya tim Polda Metro singga di Polsek Wotu untuk melacak pencurian HP. Karena alat pelacaknya sangat canggi,''ujarnya.
Penipu tersebut bersama tim tiba di Polsek Wotu pukul 17.00 wita. Selama di Wotu, tim Polda menggali keterangan seputar profesi penipuan yang dipimpinnya. Pengakuan pria ini telah mememiliki mobil Yoyota Avansa Velos warna putih plat putih dan mobil CRV merah plat Makassar. Selain itu, dia berhasil membeli puluhan hektar sawah di Sidrap. Pukul 12 malam, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya memerintahkan tim langsung berangkat dan membawa pelaku ke Polda Sulselbar di Makassar. ''Saya pulang ke rumah setelah pukul 1.00 dini hari,''jelasnya.( (Mg4/shd/jpg/ary)