Mahasiswi Jadi Korban Penipuan Online

MALANG – Penipuan online kembali memakan korban dari Malang. Kali ini, seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Kota Malang yang menjadi korban. Ia adalah Amelia L, 22 tahun, indekos di Jl Candi Kalasan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Akibat penipuan itu, Amelia rugi Rp 900 ribu.
Peristiwa itu bermula saat Amelia melihat iklan penawaran HP murah melalui pesan BBM dari Nayla Online Shop. Ia tertarik dengan produk yang ditawarkan online shop ini, yakni Samsung S6. Ia langsung tergiur oleh penawaran HP Samsung S6 yang pasarannya Rp 9 jutaan namun dijual dengan harga Rp 900 ribu. Jelas, ini jauh di bawah standart pasaran.
Tanpa pikiran negatif itu, korban kemudian mentranfer uang Rp 900 ribu melalui ATM BCA di dekat Kampus Malangkucecwara pada Sabtu (31/10) siang. Saat itu pelaku berjanji barang akan dikirim setelah proses transfer. Sayangnya, janji itu ternyata tak direalisasi. Setelah ditunggu-tunggu sampai Kamis (5/11/15) lalu, barang tak kunjung datang.
Amelia sempat mencoba mengirim pesan melalui BBM karena ia curiga barang tak kunjung datang. Namun, ternyata BBM korban sudah dihapus dari daftar kontak pelaku. Begitu juga dengan nomer ponsel yang sudah tidak aktif saat coba dihubungi. Ia pun langsung melaporkan kasus ini ke Polres Malang Kota.
Kasubag Humas  AKP Nunung Anggraeni saat dikonfirmasi kemarin, membenarkan hal tersebut. Ia membenarkan bahwa korban Kamis kemarin mendatangi Polres Malang Kota untuk melaporkan kejadian yang menimpanya itu. “Sampai saat ini, kami masih lakukan penyelidikan," kata Nunung, kemarin.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan barang yang dijual di bawah standart. Masyarakat bisa melakukan cek kebenaran akan informasi tersebut. Selain itu, masyarakat juga perlu meyakinkan bahwa iklan tersebut dapat dipertanggung jawabkan."Cari seller yang sudah recommended," ujar wanita asal Tulungagung tersebut.
Untuk memudahkan pelacakan, ia juga mengimbau agar korban penipuan segera melaporkan kejadiannya kepada pihak kepolisian. "Para pelaku kejahatan bakal terus mengembangkan modusnya, karena itu masyarakat, harus terus waspada terhadap modus penipuan ini," pungkasnya. (erz/nug)