Asusila Berkemas Janji Menikah

MALANG - Kasus asusila kembali terjadi di Kabupaten Malang. Kali ini, keluarga Bunga (nama samaran), 16 tahun, warga  Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang melaporkan MA, 19 tahun, warga Desa Karangsuko, Pagaleran dengan tuduhan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Bunga mengaku  disetubuhi  MA sebanyak dua kali pada bulan September lalu. Saat ini, perkaranya masih dalam tahap penyelidikan petugas UPPA Polres Malang. Sementara untuk memperkuat laporannya, korban diminta visum ke RSUD Kanjuruhan,  Kepanjen."Laporannya sudah kami terima. Saat ini, kami masih menyelidiki perkaranya dengan memeriksa korban dan saksi-saksi," terang Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH Mhum.
Informasi yang diperoleh, hubungan antara Bunga dengan MA yakni  sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara sejak pertengahan tahun lalu, setelah berkenalan lewat telepon.
Dari hubungan asmara itu, MA kemudian mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri. Korban sempat menolak permintaan tersebut, namun karena terus dipaksa dan dirayu akan dinikahi korban akhirnya pasrah.
Terakhir tindakan asusila itu dilakukan pada akhir September lalu. Korban diajak ke rumah MA kemudian diajak melakukan hubungan intim. MA kembali menjanjikan akan menikahi korban setelah lulus sekolah.
Namun ketika korban lulus sekolah, janji manis MA tidak dibuktikan. Sebaliknya MA malah menghilang dan tidak bisa dihubungi. Karena merasa dibohongi dan sakit hati, Bunga lalu mengadu ke orangtuanya lalu melaporkan ke Polres Malang.(agp/van)