Gara-gara Perkutut Dibui

Suwadi dan barang bukti ketika dimintai keterangan di Polsek Kepanjen.

MALANG - Desakan ekonomi membuat orang gelap mata. Tak peduli apa yang dilakukan salah dan melanggar hukum. Hal inilah yang dilakukan Suwadi, 55 tahun, warga Jalan Rojo Agung, Dusun Boro Utara, Desa Curungrejo, Kepanjen.
Sejak Jumat dini hari lalu, bapak tiga anak dengan empat cucu ini harus meringkuk di rutan Polsek Kepanjen. Ia ditahan karena kasus pencurian dua ekor burung perkutut. Korbannya adalah Sutik, kakak ipar yang juga tetangga Suwadi.
Informasi yang diperoleh, aksi pencurian Suwadi terjadi pada 8 Oktober lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, rumah korban dalam kondisi kosong karena ditinggal pergi bekerja. Tersangka yang  sudah merencanakan aksinya, langsung beraksi.
Modus operandinya,  masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang yang tidak dikunci. Selanjutnya setelah berada di dalam rumah, tersangka lantas mengambil sepasang burung perkutut yang berada di ruang tengah.
Begitu mendapatkan barang incarannya, Suwadi langsung kabur. Untuk menghilangkan jejak, burung perkutut hasil kejahatan dijual kepada seseorang warga Talangagung, Kepanjen seharga Rp 100 ribu. "Uangnya habis saya gunakan untuk membeli rokok dan paku usuk," ujar Suwadi.
Terungkapnya aksi pencurian ini  berawal dari laporan korban kepada  petugas Polsek Kepanjen. Berdasarkan laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Hasil penyelidikan didapat informasi bahwa pelaku pencurian adalah Suwadi.
Akhirnya tanpa menunggu waktu lama, petugas lalu mencari keberadaan Suwadi, dan berhasil menangkapnya di rumahnya. Ketika dibekuk, tersangka mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku baru sekali saja mencuri karena desakan ekonomi.
"Tersangka Suwadi ini, kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya minimal lima  tahun kurungan penjara," jelas Wakapolsek Kepanjen, AKP Endro Arbianto.(agp/van)