Punya Pertalian Darah, Korban Asusila Dinikahkan

Krisdian Eka Saputra tahanan kasus asusila saat menikah dengan SHP, di ruang Gakkumdu Polres Malang.

MALANG - Untuk kesebelas kalinya, Polres Malang menikahkan tahanan kasus asusila. Kemarin, Krisdian Eka Saputra, 22 tahun, dinikahkan dengan SHP, 17 tahun, yang merupakan korban pencabulannya. Keduanya menikah setelah kedua pihak keluarga sepakat berdamai.
Pernikahan kedua warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak ini, digelar di ruang Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polres Malang. Ijab kabul mereka disaksikan kedua orangtua masing-masing, dengan mendatangkan seorang penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagak.
"Krisdian ini, kami lakukan penahanan sejak dua minggu lalu setelah kami mendapat laporan korban. Namun lewat pendekatan kedua keluarga, Krisdian dan korbannya akhirnya menikah," terang Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH M.Hum kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, antara Krisdian dengan SHP masih memiliki jalinan saudara. Mereka berdua masih ada hubungan sepupu. Ayah Krisdian merupakan adik dari ayah korban. Keduanya tinggal berdekatan di Desa Pandanrejo, Pagak.
Peristiwa persetubuhan, terjadi 13 Oktober lalu sekitar pukul 18.00 di dalam rumah korban. Ceritanya, berawal ketika korban sedang sendirian di rumah didatangi oleh Krisdian. Modusnya, berpura-pura mencari kakaknya.
Mengetahui di dalam rumah sedang sepi, Krisdian duduk di ruang tamu sambil merancang strategi. Tak lama kemudian, Krisdian mendekap korban lalu menciumi, meskipun korban meronta. Krisdian menyeret tubuh korban ke dalam kamar untuk disetubuhinya.
Saat Krisdian lengah, korban berhasil berontak dengan menendang tubuh Krisdian hingga jatuh. Korban lalu kabur meminta pertolongan. Saat itu Krisdian sempat diamankan warga. Atas desakan warga, keluarga korban melaporkan ke Polres Malang hingga Krisdian diamankan. Setelah dua minggu, ada pertemuan keluarga kasusnya diselesaikan dengan damai.
"Kami sempat bingung apakah bisa mereka menikah, karena masih memiliki hubungan saudara. Setelah kami koordinasikan dengan KUA Pagak, mereka boleh menikah. Alasannya karena mereka adalah keturunan kedua," jelas Sutiyo.
Saat menikah, Krisdian mengenakan jas hitam dengan songkok hitam. Sedangkan SHP menggunakan kebaya warna putih. Setelah melangsungkan ijab kabul, Krisdian kembali ke ruang tahanan. Sedangkan Siti lalu pulang dengan keluarganya.
"Laporannya nanti akan dicabut dan pengajuan penangguhan kami sampaikan ke Kapolres Malang," tuturnya.
Sementara Krisdian mengaku lega usai menikahi SHP Dirinya berharap, kasusnya segera dihentikan. Apalagi kedua keluarga juga sudah bersepakat untuk damai. Krisdian juga mengakui telah memiliki rasa suka kepada Siti.(agp/aim)