Penjaga Kandang Renggut Kegadisan Siswi SMP

Tersangka Maslukin, ketika diperiksa penyidik UPPA Polres Malang.
 

MALANG – Janji manis, tak selalu berakhir dengan manis. Seperti yang dialami Mawar (nama samaran), 14 tahun, warga Desa Kenongo, Kecamatan Jabung. Siswi kelas VII SMP tersebut, kini harus menanggung aib akibat tergoda rayuan manis, Maslukin, 19 tahun, kekasihnya.
Mawar diketahui hamil empat bulan, akibat hasil hubungan gelap dengan Maslukin. Sedangkan Maslukin, yang tidak mau bertanggungjawab terpaksa dijebloskan ke dalam terali besi Mapolres Malang sejak awal pekan lalu. Ia ditahan setelah dilaporkan orangtua Mawar.
“Tersangka Maslukin ini, kami tangkap di rumahnya setelah kami cukup mendapatkan bukti. Ia mengakui semua perbuatannya yang telah menghamili Mawar,” ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Informasi yang diperoleh, hubungan antara Mawar dengan Maslukin adalah sepasang kekasih. Keduanya tinggal satu desa, di Desa Kenongo, Jabung. Persetubuhan terjadi pada pertengahan Juli 2015 lalu. Saat itu, Maslukin meminta tolong temannya berinisial RJ untuk menjemput Mawar.
Alasannya, Mawar akan dibelikan sepatu oleh Maslukin. Padahal sama sekali, tidak ada niatan pelaku untuk membelikan sepatu. Begitu bertemu, Maslukin lalu mengajak Mawar ke tempat kerjanya, sebagai penjaga kandang ayam, yang tak jauh dari rumahnya.
Di lokasi yang sepi tersebut, tersangka membujuk Mawar untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, sebagai tanda bukti cintanya. Mawar sempat menolak ajakan tersebut. Namun Maslukin tetap memaksa, dan berjanji akan menikahinya jika terjadi sesuatu pada Mawar.
Persetubuhan tidak dilakukan sekali itu saja. Selang beberapa hari, Maslukin kembali mengajak Mawar bercinta, di pinggir kolam serta rumahnya. Dari tiga kali melakukan hubungan terlarang tersebut, Mawar diketahui hamil.
Orangtua Mawar yang kaget mengetahui anaknya hamil, sempat meminta pertanggungjawaban Maslukin. Namun permintaan tersebut ditolak, dan Maslukin mengatakan tidak pernah melakukan hubungan intim. Karena itulah akhirnya orangtua Mawar, melaporkannya ke polisi akhir Oktober lalu, hingga Maslukin ditangkap dan ditahan.
“Sekarang saya baru menyesal dan menyadari kesalahan. Saya siap menikahinya, jika memang diminta untuk bertanggungjawab. Saya akan membuktikan kalau mencintainya,” tutur tersangka Maslukin.
Sementara, akibat perbuatan bejatnya tersebut, dijerat dengan pasal 81 dan 82 serta 76 D Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya, 15 tahun kurungan penjara.(agp/aim)