Empat Tersangka Terkait Pengeroyokan Siswa

MALANG – Kasus pengeroyokan yang dialami MMH, siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari menjadi atensi Polres Malang untuk segera dituntaskan. Setelah meminta keterangan beberapa orang saksi, polisi segera menetapkan tersangka. Ada empat terduga pelaku pengeroyokan yang akan dijadian tersangka.
Pernyataan ini disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, Sabtu (14/11) kemarin. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, sudah ada empat pelaku yang nantinya akan dijadikan tersangka.
Empat orang yang akan dijadikan tersangka ini adalah siswa kelas XII yang terbukti melakukan pengeroyokan terhadap MMH. “Dari hasil pemeriksaan saksi, sudah bisa kami simpulkan. Ada empat orang yang nantinya akan kami jadikan sebagai tersangka,” ujar Adam Purbantoro.
Dari empat siswa yang akan dijadikan tersangka tersebut, nantinya akan diketahui apakah ada tersangka lain. Jika memang ada siswa lain yang terlibat melakukan pengeroyokan, juga akan dijadikan sebagai tersangka. “Lihat perkembangan pemeriksaan nantinya. Apakah ada tersangka lain atau tidak,” tuturnya.
Empat siswa yang dibidik menjadi tersangka tersebut segera dipanggil melalui pihak sekolah. “Pihak sekolah sudah kooperatif dengan kejadian ini. Kami harapkan, ketika kami panggil keempatnya bisa datang sesuai jadwal pemanggilan,” katanya.
Saat ini, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, sudah ada enam orang saksi yang dimintai keterangan. Selain korban, saksi lainnya adalah teman-teman korban serta seorang guru. “Kami juga masih menunggu hasil visum dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen,” jelasnya.
Sekadar diketahui, MMH, siswa kelas X  menjadi korban pengeroyokan sekitar 10 siswa kelas XII. Pengeroyokan terjadi Senin (9/11) lalu dalam lingkungan sekolah. Berawal saat korban berniat melerai temannya berinisial AGS, yang bersitegang dengan siswa kelas XII. Namun oleh kakak kelasnya, sikap korban ini justru dianggap menantang, hingga MMH menjadi korban pengeroyokan.
Terkait kejadian pengeroyokan ini, pihak sekolah sempat mau mendamaikan. Namun, sama sekali tidak ada penyelesaian hingga orangtua MMH yang tidak terima melaporkannya ke Polres Malang.(agp/van)