Ahmad Tiga Kali Terlibat Curanmor

Tersangka Ahmad Naimul Khafidin digelandang petugas Polres Malang.

Akhir Pelarian DPO Wagir
KEPANJEN - Pelarian Ahmad Naimul Khafidin, 20 tahun dari kejaran polisi berakhir. Warga Desa Kenanga, Kecamatan Wagir yang namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini Jumat (13/11)  lalu dibekuk Tim Buser Reskrim Polres Malang. Ia ditangkap karena kasus pencurian motor.
Sebelum membekuk Ahmad,  Polisi menangkap Irul, teman sekaligus tetangganya. Barang bukti yang diamankan selain kunci T, juga sepeda motor Honda GL Max nopol N 2032 IY yang dicuri.
"Penangkapan tersangka Ahmad merupakan  hasil pengembangan tersangka curanmor sebelumnya yang kami tangkap. Ia kami ringkus di rumahnya setelah mendapat informasi kepulangannya," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Aksi pencurian yang dilakukan Ahmad dan Irul terjadi pada  2 Agustus 2015 lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Korbannya yakni Marsudi,  50 tahun, seorang perangkat desa di Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari.
Aksi kejahatan itu dilakukan saat motor Honda GL Max milik korban diparkir di sekitar area kebun kopi di Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Wonosari. Motor tersebut diparkir, kemudian oleh korban ditinggal pergi ke dalam area kebun kopi. Melihat motor tidak ada yang mengawasi, kedua tersangka lalu beraksi.
Tersangka Ahmad mendapat tugas mengawasi sekitar lokasi. Sedangkan temannya Irul, sebagai eksekutor dengan menggunakan kunci T. Begitu motor berhasil dicuri, keduanya langsung membawa kabur.
Motor tersebut kemudian dijual kepada Gemik, penadah asal Gunung Kawi, Wonosari. Gemik sudah ditangkap petugas Polsek Wonosari. "Motor Honda GL Max tersebut dijual seharga Rp 1,8 juta," tutur mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Ahmad mengaku tiga kali melakukan aksi pencurian motor. Pertama sepeda motor Suzuki FU pada 2013 yang kemudian dijual kepada Gemik seharga Rp 2,5 juta. Lalu mencuri Honda GL Max dan ketiga mencuri Yamaha Vixion milik tetangganya yang dijual sebesar Rp 2,8 juta.
"Selain mencuri motor, saya juga pernah mencuri sapi. Uang hasil kejahatan kami bagi berdua dan hasilnya untuk membeli baju dan foya-foya," tutur tersangka.
Akibat perbuatannya tersebut, Ahmad dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya adalah 5 tahun kurungan penjara.(agp)