Dikeroyok di Jalanan, Nyawa Mahasiswa IBU Melayang

MALANG - Fidelis Honto (20 tahun) Mahasiswa Fakultas Ilmu Eksakta dan Keolahragaan, IKIP Budi Utomo (IBU) tewas pasca dikeroyok di Jalan Trunojoyo, Sabtu (15/11) petang kemarin. Para pelaku diduga mahasiswa dari kelompok lain asal Flores. Sedangkan korban yang tinggal di Jalan Pisang Candi 18A, Malang, luka parah di bagian kepala.
Beberapa warga menyebutkan jika korban yang berasal dari Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores ini juga mengalami luka tusuk akibat benda tajam. Ironisnya, pelaku pengeroyokan terhadap korban adalah orang-orang satu sukunya. Yaitu dari Pulau Flores. Para pelaku sendiri langsung kabur dari lokasi.
Hingga berita ini diturunkan anggota Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota masing melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun sudah ada sekitar lima orang yang telah dimintai keterangan di Polres Malang Kota.
“Para pelaku saat ini masih dalam pengejaran,’’ kata Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Waseso saat dikonfirmasi Malang Post tadi malam.
Sementara itu diperoleh keterangan, pengeroyokan ini sendiri terjadi saat korban dan beberapa temannya menonton bola di Lapangan Alap-alap. Tidak jelas, tim mana yang bertanding, yang pasti korban datang sebagai suporter.
Saat sedang asyik menjadi suporter inilah, tiba-tiba korban didatangi pelaku. Dan di area lapangan tersebut, Fidelis dan beberapa temannya sempat dipukuli. Karena pelaku banyak, Fidelis kemudian memilih kabur. Menggunakan motor Honda Supra, Fidelis keluar dari area Alap-alap.
Melihat Fidelis kabur, para pelaku langsung melakukan pengejaran. Bahkan meski Fidelis naik motor, pelaku tetap mengejar. Hingga akhirnya di depan SPBU Brantas, korban jatuh. Beberapa saksi menyebutkan, korban jatuh akibat ditendang oleh salah satu pelaku.
Saat terjatuh korban pun menjadi bulan-bulanan. Puluhan pelaku memukuli korban. “Saat itu korban sempat kabur ke utara. Apes, di seberang warung rawon Tessy, korban kembali tertangkap pelaku. Di situlah Fidelis kembali menjadi bulan-bulanan,” ujar salah satu warga.
Sementara Kanit Polsekta Klojen Ipda Tjatur S, yang saat itu sedang berada tidak jauh dari TKP bertindak cepat dengan melerai. Sempat ada sejumlah tembakan peringatan, untuk membubarkan kelompok itu.
Saat itu para pelaku satu persatu kabur. Sementara korban terkulai lemas, dengan posisi tengkurap, dan wajah menghadap aspal. Tjatur bersama warga pun langsung menggotongnya di teras bengkel yang ada di jalan tersebut.
Kondisi Fedelis tidak sadarkan diri, saat diangkat petugas di teras bengkel. Selanjutnya Tjatur pun meminta bantuan anggota lainnya untuk datang ke TKP sekaligus membawa korban ke RSSA Malang.
“Tadi saya mengantar istri. Melihat ada pengeroyokan, saya langsung melerai,’’ aku Catur, yang mengatakan saat itu kondisi Fidelis masih hidup dan bernafas.
Lalu apa yang menjadi permasalah sehingga terjadi pengeroyokan? Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Waseso mengatakan antara korban dan pelaku ada permasalah sejak Jumat (6/11) pekan lalu. Saat itu para pelaku datang ke tempat korban di Jalan Pisang Candi. Tidak jelas permasalahannya, pelaku memukuli teman korban yang berasal dari Kabupaten Manggarai Barat, Kepulauan Flores.
“Tadi itu korban nonton bola, kemudian ada rekan-rekan korban (sesepuh warga Manggarai Barat) mendatangi pelaku untuk meminta kejelasan terkait dengan permasalah pengeroyokan yang terjadi pekan lalu,’’ urai Kapolsekta. Bukannya mendapat solusi korban dan rekan-rekannya dikeroyok oleh para pelaku.(ira/ary)