Di Mata Mahasiswa IBU, Fidelis Sosok Pendiam

MALANG - Sebelum pengeroyokan dan penusukan terjadi, Fidelis dan kawan-kawan bermain bola di lapangan Alap-Alap Rampal. Sehabis bermain bola, sekitar pukul 5 ia dan kawan-kawan meninggalkan lapangan.
Dalam perjalanan pulang, tepat di Jalan Trunojoyo (di seberang Rawon Tessy, Red) kejadian penusukan terjadi. Fidelis yang saat itu tidak mengenakan helm. Menurut salah seorang saksi, Fidelis spontan ditusuk dari belakang, tepat di belakang kepala, oleh seseorang tak dikenal menggunakan benda tajam (diperkirakan obeng, Red).
Sontak, tubuh Fidelis jatuh tersungkur ke badan jalan dengan wajah menabrak aspal sehingga menyebabkan lebam di wajah.
Menurut salah seorang kawan satu organisasi daerahnya, Fidelis memang telah dicari sekumpulan orang sudah sejak seminggu sebelum kejadian. Namun, saat dimintai keterangan, beberapa kawan yang hadir melihat jenazah di depan kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar belum ada yang mengetahui duduk persoalan kejadian mengenaskan tersebut.
Versi lain menyebut peristiwa dipicu salah paham akibat permasalahan kendaraan bermotor. Dan, pelaku diduga teman satu kampus Fidelis sendiri.
“Kak Fidelis tidak pernah apa-apa. Dia pendiam saja, tidak pernah ada masalah,” tutur Andi salah seorang kawan satu kampus Fidelis di IBU.
Ia mengungkapkan tidak mengetahui apa yang menjadi permasalahan sebenarnya. Pasalnya, Fidelis yang menempuh studi di semester 5 Jurusan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini memang sosok yang low profile.
Suasana di depan kamar jenazah mulai pukul 8 malam, terus dipadati kawan-kawan korban yang datang baik dari kampus maupun teman satu organisasi daerah. Menurut keterangan teman Fidelis, sempat datang paman korban sesaat setelah jenazah Fidelis datang dari TKP ke kamar jenazah.
Satu-satu teman korban mulai mendatangi kamar jenazah. Teriak tangis terdengar cukup lama tiap kali teman Fidelis yang bergantian datang, melihat kondisi jenazah yang sudah tidak bernyawa lagi.
Sampai pukul 9 malam, terdapat puluhan kawan Fidelis mendatangi kamar jenazah untuk melihat langsung kondisi mahasiswa asal Kecamatan Kewus untuk terakhir kalinya. (ica/ary)